<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4953">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KOPI ARABIKA DAN LUWAK TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Novenda A</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan minuman kedua yang paling digemari oleh masyarakat di dunia pada saat ini setelah teh. Terdapat beberapa kontroversial dari efek kopi yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, dimana ginjal adalah organ yang berperan dalam mengekskresikan sisa-sisa metabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kopi Arabika dan Luwak dengan dosis bertingkat terhadap gambaran histopatologis ginjal tikus Wistar. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu dengan menggunakan metode Post Test Design Only dan Factorial Design. Hewan coba yang digunakan adalah 21 tikus Wistar Jantan dibagi dalam 7 kelompok, yaitu 1 kelompok K (Kontrol), 3 kelompok perlakuan Arabika (PA1 (0,36 ml), PA2 (1,08 ml) dan PA3 (2,16 ml)), dan 3 kelompok perlakuan Luwak (PL1 (0,36 ml), PL2 (1,08 ml) dan PL3 (2,16 ml)). Gambaran mikroskopis kongesti kronis dan degenerasi jaringan pada ginjal merupakan parameter yang dinilai pada penelitian ini. Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc. PA3 memiliki jumlah kerusakan berupa kongesti kronis dan degenerasi yang paling banyak dibandingkan dengan pemberian pada dosis yang lain. Perbedaan bermakna (p ? 0,05) didapatkan pada perbandingan kelompok PA3 dan PL3 dengan p = 0,04. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa jumlah konsentrasi atau dosis kopi dan jenis kopi mempengaruhi kerusakan ginjal tikus Wistar berupa kongesti kronis dan degenerasi. &#13;
Kata Kunci  : kopi Arabika, kopi Luwak, kongesti kronis, degenerasi&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>KIDNEYS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>4953</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-03-28 17:02:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-14 12:11:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>