<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="49183">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK KERBAU SIMEULUE PADA HABITAT YANG BERBEDA (GUNUNG DAN PANTAI) DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SARFIN ABIDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tugas Akhir ini telah dilakukan di Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk melihat karakteristik kerbau Simeulue pada habitat yang berbeda (gunung dan pantai) di Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue. Tugas Akhir ini menggunakan metode survei. Kegiatan observasi langsung di lokasi Tugas Akhir telah dilakukan terhadap peternak kerbau Simeulue sebagai responden sebanyak 15 orang tersebar dalam desa Lambaya, Luan Sorip, Putra Jaya dan Lakubang. Penentuan peternak sebagai responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Data primer kerbau terdiri dari data kualitatif (warna, bentuk tanduk dan garis muka) dan data kuantitatif (tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada). Data yang telah dikumpulkan kemudian ditabulasikan dan diolah untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan tabel rata-rata, persentase dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerbau Simeulue jantan habitat pantai umumnya mempunyai bentuk tanduk sapang (20,31%) dan yang betina mempunyai bentuk tanduk lefe (12,5%). Sedangkan kerbau Simeulue jantan habitat gunung umumnya mempunyai bentuk tanduk lefe (15,62%) dan kerbau betina mempunyai bentuk tanduk sanggeng (14,06%).Kerbau Simeulue pada habitat  pantaibaik jantan maupun betina mempunyai garis muka cekung, sedangkan yang hidup di habitat gunung, kerbau jantan mempunyai garis muka cekung dan betina mempunyai garis muka lurus. Warna tubuh kerbau di habitat pantai adalah hitam dengan pola warna kepala, leher hitam kemerah-merahan dan yang hidup di habitat gunung berwarna hitam legam berpola warna kepala, leher hitam keabu-abuan.Ukuran-ukuran tubuh kerbau Simeulue jantan umur 3 tahun yang meliputi panjang badan dan lingkar dada relatif lebih besar yang dimiliki kerbau habitat pantai, sedangkan tinggi pundak relatif lebih besar dimiliki oleh kerbau dengan habitat gunung. Ukuran-ukuran tubuh kerbau Simeulue betinahabitat pegunungan yang berumur 3 tahun, yang meliputi tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada relatif lebih besar yang dimiliki kerbau dengan habitat gunung. Panjang badan dan lingkar dada kerbau habitat pantai, dan tinggi pundak kerbau habitat gunung</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>49183</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-03 11:07:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-03 11:20:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>