ANALISIS SELF DISCLOSURE PADA PERSAHABATAN MAHASISWA YANG BERBEDA SUKU DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS SELF DISCLOSURE PADA PERSAHABATAN MAHASISWA YANG BERBEDA SUKU DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH


Pengarang

Fikri Rizki Alimudin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010104

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul Analisis Self Disclosure pada Persahabatan Mahasiswa yang Berbeda Suku di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses keterbukaan diri yang terjadi pada persahabatan mahasiswa yang berbeda suku serta faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan teori Penetrasi Sosial dengan metode deskritif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan wawancara secara mendalam serta observasi non partisipan. Hasil penelitian menunjukkan proses keterbukaan diri yang terjadi pada persahabatan mahasiswa yang berbeda suku di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, melalui empat tahapan (1) Tahap Orientasi, dimana hanya terjadi proses perkenalan dan pemberian informasi hanya bersifat umum, seperti berasal dari mana dan lain sebagainya. (2) Tahap pertukaran penjajakan afektif, informan merasa segan ketika beinteraksi dikarenakan takut menyinggung perasaan orang lain. Akan tetapi secara umum munculnya gaya bicara secara spontan seperi ngomong yang ceplas-ceplos. (3) Tahap pertukaran Afektif, sudah mulai menerima dan merasa nyaman. Sehingga adanya rasa ingin berkomitmen lebih besar seperti, wisuda sama-sama maupun tulisan “ jangan cerita ke siapapun, kecuali sama sahabat”. (4) Pertukaran stabil, secara umum keterbukaan diri secara total terjadi pada tahapan ini, dikarenakan adanya rasa nyaman yang didapatkan serta aspek kepercayaan. Terkadang topik informasi yang diberikan terkesan cenderung blak-blakkan seperti: mengenai keluarga, pacar maupun masalah lain yang menyangkut tentang dirinya. Interaksi yang terjadi pada proses keterbukaan diri yang dialamai persahabatan mahasiswa yang berbeda suku tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti kesan pertama, jarak (kedekatan fisik), kesamaan asal daerah dan akidah, serta pandangan (stereotip) yang masih ada ketika pertama kali bertemu atau melihat orang lain. Akan tetapi, ketika interaksi yang terjadi berlangsung lama pandangan itu akan menjadi hal yang dapat dimaklumi dan diterima sebagai bentuk realita keseharian.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK