<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4894">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SUATU PENELITIAN PADA SDN 25 BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>suryani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kata Kunci: Upaya Guru, Penyesuaian Sosial&#13;
Keberhasilan siswa dalam penyesuaian sosial di sekolah sangat tergantung pada kemampuan dan keterampilan guru dalam proses membimbing. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan penyesuaian sosial anak berkebutuhan khusus pada SDN 25 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah seluruh guru pada pendidikan inklusif yang telah meningkatkan penyesuaian sosial anak berkebutuhan khusus dan hanya mengambil 8 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam meningkatkan penyesuaian sosial anak berkebutuhan khusus dengan cara: memodifikasi kurikulum yang berlaku. Dengan hal tersebut guru dapat menyesuaikan pelajaran kepada anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak, tidak membedakan setiap pembelajaran kepada anak, dengan tujuan agar anak terbiasa dalam melakukan hal bersama anak normal. Guru menerapkan model pembelajaran inklusif kepada anak dengan membentuk kelompok, ketika membimbing lebih mengindividualkan anak, agar anak mampu menerima apa yang disampaikan, serta dalam memanfaatkan fasilitas, setiap anak diperbolehkan menggunakan fasilitas yang ada tanpa dibedakan antara anak normal dengan anak berkebutuhan khusus serta guru mengundang orang tua kesekolah dengan maksud agar orang tua dapat mengetahui perkembangan anak serta dapat lebih membimbing anak dirumah. Guru yang membimbing anak berkebutuhan khusus dalam  penyesuaian sosial merupakan guru bidang study dan wali kelas yang tidak terlalu mengerti tentang permasalahan anak. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar guru yang ada pada pendidikan inklusif lebih memperdalam wawasan terhadap anak berkebutuhan khusus agar dapat membimbing dalam proses pembelajaran dan  penyesuaian sosial anak berkebutuhan khusus.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>INCLUSIVE EDUCATION</topic>
 </subject>
 <classification>371.904 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>4894</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-03-27 14:44:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-13 10:16:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>