Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERGESERAN NILAI ADAT DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA LAWE SERKE, KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA, KABUPATEN ACEH TENGGARA
Pengarang
Saherman - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0906101010033
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Saherman. 2009. Pergeseran Nilai Adat dalam Upacara Perkawinan di Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kewarga Negaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Erna Hayati, SH.,M.Hum., (2) Zulihar Mukmin, S.Pd.,M.Si.
Kata Kunci : pergeseran, nilai adat, upacara perkawinan
Dalam upacara perkawinan di desa Lawe Serke kecamatan Lawe Sigalagala kabupaten Aceh Tenggara telah terjadi pergeseran nilai adat. Penelitian ini untuk mencari kebenaran tentang adanya nilai yang bergeser didalam pelaksanaan upacara perkawinan (mungerje), sehingga pergeseran tersebut dapat menimbulkan nilai yang baru bagi adat perkawinan di desa tersebut. Dan yang akan menjadi rumusan masalah didalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimanakah pergeseran nilai adat pada funsi dan peran telangke didalam pelaksanaan upacara perkawinan di desa Lawe Serke. Tujuan penelitian ini adalah Ingin mengetahui bagaimana nilai dari fungsi dan peran telangke pada upacara perkawininan di desa Lawe Serke.
Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data mengunakan teknik wawancara. Pengambilan subjek penelitian ialah dengan mengunakan porposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 12 orang yaitu 4 kepala keluarga, 6 tokoh masyarakat, serta 2 tokoh agama.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa hal yang telah bergeser pada pelaksanaan adat upacara perkawinan khususnya pada pungsi dan peran dari telangke. Menurut masyarakat ada beberapa pelaksana upacara pernikahan dimana peran dan fungsi telangke telah bergeser, misalnaya berubahnya nama telangke menjadi antat emas dan pada saat munalo sering tidak ada peran telangke dalam penyambutan mempelai laki-laki aman manyak, didalam hal ini aturan telangke didalam adat gayo diharuskan berpasang-pasangan, namun hanya dilakukan oleh para laki-laki saja.
Agar terlaksananya dengan baik adat-istiadat dalam upacara perkawinan maka masyarakat harus menciptakan atau membangun kembali kepedulian dan rasa cinta terhadap kebudayaan itu sendiri agar keaslian adat tersebut dapat kembali seperti sedia kala,
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS FUNGSIONALISME ROBERT K MERTON TERHADAP KERUKUNAN MASYARAKAT BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA) (M. ILHAM FAJAR, 2023)
PEMETAAN RISIKO BANJIR BANDANG DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA (SUCI ANANDA, 2019)
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMA SWASTA PANTI HARAPAN DESA LAWE DESKY KECAMATAN BABUL MAKMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA (Boison Hutapea, 2020)
MEKANISME KERJA DAN UPAYA GURU BK DALAM MENSOSIALISASIKAN KEBERADAAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI KABUPATEN ACEH TENGGARA (Nova Syahrani, 2026)
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI PENYEDAP RASA ALAMI DAN UPAYA KONSERVASI OLEH MASYARAKAT KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA (Khairun Nisak, 2022)