Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
OPTIMASI PCR TERHADAP GEN PENGKODE RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS LINI PERTAMA PADA PENDERITA MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS DI ACEH
Pengarang
Marisa Mumtaz - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1007101010068
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.995
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Munculnya masalah resistensi obat pada penyakit tuberkulosis yang dikenal dengan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) merupakan tantangan baru dalam pengobatan dan pemberantasan tuberkulosis di dunia. MDR-TB muncul akibat adanya mutasi spontan pada kromosom Mycobacterium tuberculosis sehingga menyebabkan resistensi terhadap rifampisin dan isoniazid dengan atau tanpa resistensi obat anti tuberkulosis (OAT) lainnya. Polymerase chain reaction (PCR) yang dilanjutkan dengan sekuensing DNA dapat digunakan untuk mendeteksi mutasi pada gen yang menyebabkan resistensi. PCR memerlukan optimasi dalam setiap penggunaannya agar dapat memperoleh hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal PCR untuk mengamplifikasi gen pengkode resistensi obat anti tuberkulosis yaitu gen rpoB, katG, embB, rpsL dan pncA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro. Sampel yang digunakan berupa DNA dari sputum penderita MDR-TB di Poli DOTS RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diagnosis MDR-TB ditegakkan melalui pemeriksaan basil tahan asam, kultur, uji sensitivitas dan isolasi DNA di Laboratorium Tuberkulosis, Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tujuh sampel yang digunakan terdiri dari 2 seri: seri 1 merupakan sampel DNA yang diisolasi pada tahun 2012 dan seri 2 merupakan sampel DNA yang diisolasi pada tahun 2013. Kondisi optimal untuk amplifikasi kelima gen pengkode resistensi OAT lini pertama di dalam 20 µl volume reaksi adalah 1,5 µl MgCl2 konsentrasi 1,875 mM, 6 µl templat DNA dari sampel seri 1 dan 2 µl templat DNA dari sampel seri 2 dengan 30 siklus reaksi. Suhu annealing yang optimal untuk gen rpoB adalah 57oC, gen pncA 60oC dan gen katG, embB serta rpsL 59oC.
Kata kunci : MDR-TB, Optimasi, PCR
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA MDR-TB DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (M. RIZQI FARCHAN, 2016)
GAMBARAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT DI RSUDZA (LASAUVA YARDHA, 2019)
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENYULUHAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK DOTS BLUD RSUDZA BANDA ACEH (Pocut Slanga , 2015)
HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN LUAS LESI FOTO TORAKS PADA PASIEN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (HANIFAH RUFAIDAH, 2019)
GAMBARAN STATUS PENDENGARAN PASIEN MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS DENGAN TERAPI OAT GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA DI RSUD. DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Dina Amalia, 2020)