GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU-PARU BABI HUTAN (SUS SCROFA) YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU-PARU BABI HUTAN (SUS SCROFA) YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR


Pengarang

Raudia Tuzzahra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402101010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU-PARU PADA BABI HUTAN (Sus
scrofa) YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN
LHOKNGA ACEH BESAR
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi paru-paru babi
hutan (Sus scrofa) yang terinfeksi parasit internal. Sampel penelitian
menggunakan 3 ekor babi hutan yang terinfeksi parasit internal. Pemeriksaan
darah dilakukan dengan uji ulas darah tipis. feses dengan metode natif dan paru-
paru secara patologi anatomi dan histopatologi. Dimulai dari fiksasi, dehidrasi
dengan alkohol bertingkat, clearing, infiltrasi, blok dan dipotong dengan
ketebalan 5 µm dan diwarnai dengan Haematoksilin Eosin (HE). Hasil penelitian
menunjukkan pada babi pertama terinfeksi Anaplasma marginale pada gambaran
patologi anatomi terlihat paru berwarna merah tua, permukaan lobus licin dan
tidak kusam, pada bagian ujung lobus paru runcing, konsistensi lunak dan tidak di
temukan hiperemi, sedangkan gambaran histopatologi terlihat adanya infiltrasi sel
radang daerah lumen pembuluh darah, kongesti, hiperemi, hemoragi, edema dan
emfisema. Pada babi kedua terinfeksi Strongyloides ransomi pada gambaran
patologi anatomi paru berwarna merah muda dan di temukan hiperemi pada lobus
dekster akibat luka tembak, sedangkan gambaran histopatologi terlihat adanya
infiltrasi sel radang daerah lumen pembuluh darah dan daerah septa intra
alveolaris, hiperemi dan emfisema. Dan pada babi ketiga tidak terinfeksi parasit
internal pada gambaran patologi anatomi paru berwarna merah muda dan di
temukan hiperemi pada lobus sinister akibat luka tembak, sedangkan gambaran
histopatologi terlihat adanya infiltrasi sel radang pada jaringan paru dan bronkus,
emfisema, udema, hiperemi, kongesti, hemoragi, jaringan ikat dan fibrin. Hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa, dari ke tiga babi hutan terdapat satu ekor
yang positif Anaplasma marginale. satu ekor yang positif Strongyloides ransomi
dan satu ekor tidak terinfeksi parasit internal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK