<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48767">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PERILAKU DENGAN FREKUENSI KEJADIANDERMATITISKONTAK DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nisrina Hanif</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dermatitis kontak merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh kontaknya kulit dengan bahan alergen maupun iritan. Dermatitis kontak terbagi atas dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan dermatitis kontak antara lain, bahan eksogen, perilaku, jenis kelamin, usia, ras, dan lokasi kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku dengan frekuensi kejadian dermatitis kontak di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain cross sectional. Perilaku pada dermatitis kontak diukur menggunakan kuesioner. Dari 35 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi, didapatkan yang terbanyak pada usia 55-59 tahun 11 orang (31,43%), jenis kelamin perempuan 24 orang (68.6%). Perilaku terhadap terjadinya dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan mencapai 40% menunjukkan kategori sedang. Frekuensi kejadian dermatitis kontak mencapai 54,3% menunjukkan kategori kadang-kadang. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku dengan frekuensi kejadian dermatitis kontak nilai p=0.011 (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48767</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-27 14:56:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-27 15:42:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>