<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48731">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN BERBAGAI AMELIORAN TERHADAP PERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH SAWAH BUKAAN BARU DAN HASIL PADI LOKAL TIPE BARU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROZATUL MASTURA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Dalam upaya  mempertahankan swasembada beras dan memantapkan ketahanan &#13;
pangan nasional pemerintah telah melaksanakan program ekstensifikasi dengan membuka &#13;
lahan sawah bukaan baru.  Tanah sawah bukaaan baru  umumnya  mengandung  Al  dan  Fe&#13;
tinggi  yang  dapat  meracuni  tanaman,  kahat  hara  P  dan  K.  Kadar  Fe  yang  tinggi  pada  lahan&#13;
sawah  baru  terakumulasi  pada  daerah  perakaran,  yang  mengakibatkan  akar  tanaman  tidak&#13;
mampu berkembang, selain itu tanaman tidak dapat menyerap unsur hara dari dalam tanah.&#13;
Usaha untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan pemberian amelioran pada &#13;
lahan sawah bukaan baru. Amelioran dapat memperbaiki lingkungan akar, mengurangi &#13;
kemasaman tanamah, sebagai sumber hara dan dapat mejerap Al, Fe dan Mn.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan dari 16 Desember 2017 hingga 21 Mei 2018. Penelitian &#13;
dilaksanakan di Desa Teureubeh, Kecamatan  Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. &#13;
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola &#13;
Faktorial  3 x 3 dengan 3 kelompok.  Faktor pertama adalah  galur mutan/varietas padi lokal &#13;
tipe baru (V) dengan 3 taraf yaitu: V1= Sanberasi U1, V2= Sanberasi U3 dan V3= Inpari 30. &#13;
Faktor kedua  adalah  Amelioran (A)  dengan  3 taraf  yaitu:  A0= Kontrol, A1= Arang Sekam, &#13;
A2= Kompos Jerami. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan amelioran tidak berpengaruh nyata &#13;
terhadap perbaikan sifat kimia  N-total, P-tersedia dan K-dd sawah bukaan baru. Varietas &#13;
padi lokal tipe baru yang berproduksi tertinggi pada lahan sawah bukaan baru adalah galur &#13;
Sanberasi U3 dan amelioran berupa arang sekam dengan hasil rata-rata 13,52 ton/ha yang &#13;
tidak berbeda nyata dengan varietas Inpari 30 dan amelioran arang sekam dengan hasil &#13;
rata-rata 13,09 ton/ha.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48731</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-27 12:42:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-05 13:49:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>