PRARANCANGAN PABRIK MINYAK PELUMAS DARI MINYAK PELUMAS BEKAS DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.000 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PRARANCANGAN PABRIK MINYAK PELUMAS DARI MINYAK PELUMAS BEKAS DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.000 TON/TAHUN


Pengarang

NIKITA EMALYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404103010079

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prarancangan pabrik minyak pelumas menggunakan minyak pelumas bekas dan natrium hidrokisda sebagai bahan baku utama. Proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses sotulub dengan yield sekitar 82%. Kapasitas produksi sebesar 60.000 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun dan waktu 24 jam/hari. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 120 orang). Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Kawasan Industri Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia dengan luas area pabrik 18.000 m2. Sumber air pabrik ini berasal dari Citarum dengan total kebutuhan air sebesar 2.943 kg/jam, dan untuk kebutuhan listrik diperoleh dari generator dengan daya 1,73 MW. Hasil analisis ekonomi diperoleh sebagai berikut:
1. Fixed Capital Investment (FCI) = Rp. 156.101.603.001
2. Working Capital Investment (WCI) = Rp. 39.025.400.750
3. Total Capital Investment (TCI) = Rp. 195.127.003.752
4. Total Production Cost (TPC) = Rp. 684.834.475.793
5. Sales Cost (SC) = Rp. 745.466.879.367
6. Laba kotor = Rp. 60.623.403.573
7. Laba bersih = Rp. 45.467.552.680
8. Pay Out Time (POT) = 6 tahun
9. Break Event Point (BEP) = 36,71 %
10. Internal Rate of Return (IRR) = 17,48 %
Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik minyak pelumas menggunakan minyak pelumas bekas ini layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK