PRARANCANGAN PABRIK COCOA BUTTER DARI BIJI KAKAO DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 12.000 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PRARANCANGAN PABRIK COCOA BUTTER DARI BIJI KAKAO DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 12.000 TON/TAHUN


Pengarang

Sarah Ferwinda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404103010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prarancangan pabrik cocoa butter ini menggunakan bahan baku utama biji kakao. Kapasitas produksi pabrik cocoa butter ini adalah 12.000 ton/tahun dengan masa kerja 330 hari/tahun. Proses yang digunakan dalam prarancangan pabrik ini yaitu proses ekstraksi dengan menggunakan pelarut n-heksana. Metode ekstraksi dengan penambahan pelarut organik menghasilkan 99% lemak dapat dipisahkan dari keping kakao. Cocoa butter yang dihasilkan mengandung tidak lebih dari 5 ppm pelarut organik. Pada prarancangan pabrik ini juga menghasilkan produk samping yaitu cocoa powder.
Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas dengan menggunakan struktur organisasi garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 97 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh dengan luas tanah sebesar 26.400 m2. Kebutuhan air untuk pabrik berasal dari sungai Krueng Baro. Total air yang dibutuhkan pada pabrik cocoa butter ini sebesar 61.133,86 kg/jam.
Dari hasil analisa ekonomi diperoleh:
a. Fixed Capital Investment = Rp 181.807.412.515
b. Working Capital Investment = Rp 45.451.853.129
c. Total Capital Investment = Rp.227.259.265.644
d. Total Biaya Produksi = Rp 1.574.836.707.917
e. Hasil Penjualan = Rp 1.646.554.043.047
f. Laba Bersih = Rp 53.788.001.347
g. Break Event Point (BEP) = 35,3%
h. Pay Out Time (POT) = 5 tahun 11 bulan.
Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik cocoa butter dari biji kakao ini layak dilanjutkan ke tahap konstruksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK