<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48595">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MUTU KOPI ARABIKA BERDASARKAN SUHU ROASTING DENGAN MENGGUNAKAN MESIN DIDACTA ITALIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saifullah Samin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Kopi merupakan salah satu bahan minuman yang paling digemari di dunia karena &#13;
memiliki citarasa khas yang tidak dimiliki oleh bahan minuman lainnya.  Indonesia saat ini &#13;
menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi kopi.  Indonesia &#13;
pada tahun 2015 menghasilkan kopi sekitar 739.005 Ton dengan luas lahan 933.043 Ha. &#13;
Sedangkan Aceh pada tahun 2015 memproduksi kopi 56.325 Ton dengan luas lahan &#13;
77.675 Ha. Hasil produksi yang tinggi ini ditunjang dengan kondisi alam Indonesia yang &#13;
sangat mendukung pertumbuhan tanaman kopi.&#13;
Hipotesis dari penelitian ini diduga mutu hedonik kopi arabika dapat dipengaruhi &#13;
oleh suhu roasting kopi arabika. Penelitian ini menganalisis mutu kopi arabika berdasarkan &#13;
suhu (170&#13;
0&#13;
C, 180&#13;
0&#13;
C, 200&#13;
0&#13;
C, 210&#13;
0&#13;
C, 220&#13;
0&#13;
C dan 230&#13;
0&#13;
C) roasting kopi dengan menggunakan &#13;
mesin Didacta Italia. Adapun mutu kopi yang dianalisis pada penelitian ini terfokus pada &#13;
mutu hedonik (warna, aroma, rasa dan  overall)  seduhan kopi berdasarkan prosedur &#13;
pengujian hedonik dengan panelis berjumlah 40 orang.  Pengujian hedonik terhadap &#13;
seduhan kopi pada penelitian  ini  menggunakan 5 skala yang dimulai dari angka 1 (sangat &#13;
tidak suka), 2 (tidak suka), 3 (biasa/netral), 4 (suka) dan 5 (sangat suka).&#13;
Hasil penelitian membuktikan bahwa suhu penyangraian kopi berpengaruh nyata &#13;
pada uji hedonik (warna, aroma, rasa dan  overall) seduhan kopi.  Secara keseluruhan &#13;
penilaian hedonik terhadap warna, aroma, rasa dan  overall  seduhan kopi yang disukai &#13;
panelis adalah pada suhu  roasting  200&#13;
0&#13;
C dan 210&#13;
0&#13;
C. Selain itu, uji hedonik aroma dan &#13;
overall seduhan kopi pada suhu roasting 180&#13;
0&#13;
C sudah disukai oleh panelis.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48595</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-26 22:03:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-27 09:27:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>