PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DENGAN KEDELAI AKIBAT PENGGUNAAN PEMBENAH TANAH DAN PERBEDAAN POLA TANAM PADA TANAH KAMBISOL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DENGAN KEDELAI AKIBAT PENGGUNAAN PEMBENAH TANAH DAN PERBEDAAN POLA TANAM PADA TANAH KAMBISOL


Pengarang

Teuku Sukzal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205101050083

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia terus berkembang secara perlahan agar mempermudah petani dalam berbudidaya sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Kendala dalam meningkatkan produksi ialah sebagian besar lahan di Indonesia merupakan lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat penggunaan pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil jagung dengan kedelai pada tanah kambisol serta untuk mengetahui interaksi antara pembenah tanah dengan pola tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jagung dengan kedelai pada tanah kambisol. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dengan kedelai secara pola tanam pada tanah kambisol dengan menggunakan pembenah tanah. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Pawuud, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti yaitu Pupuk organik (A) dan Pola Tanam (S). Faktor pertama adalah Kombinasi Pembenah Tanah (A) : A0 = 400 ha-1 Perlakuan NPK, A1= Biochar 10 ton ha-1, A 2 = Pupuk Kandang 10 ton ha-1, A 3 =Biochar 10 ton ha-1 + NPK 400 kg ha-1, A 4 = Pupuk Kandang 10 ton ha-1 + NPK 400 kg ha-1. Faktor kedua adalah Pola Tanam (S): S1= Monokultur Jagung, S1 = Monokultur Jagung, S3 = Tumpang sari Jagung dan Kedelai. Dengan demikian terdapat 15 kombinasi perlakuan setiap perlakuan sebanyak 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Dari penlitian ini didapat hasil bahwa pada jagung pembenah tanah berpengaruh nyata terhadap diameter tanaman jagung umur 4 MST, tongkol layak pasar. Pada kedelai berpengruh sangat nyata biji abnormal, potensi hasil. Terdapat interaksi antara pembenah tanah dan pola tanam terhadap tongkol jagung layak pasar dan potensi hasil kedelai.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK