<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48419">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WAKTU APLIKASI CENDAWAN BEAUVARIA BASSIANA DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN HAMA BOLENG (CYLAS FORMICARIUS) PADA BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROUZATUL NAFISAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Ubi jalar (Ipomea batatas L.) merupakan tanaman pangan penghasil karbohidrat peringkat keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu. Produksi ubi jalar di Aceh pada tahun 2014 adalah 9,70 ton/tahun, sedangkan pada tahun 2015 produksi ubi jalar menurun menjadi 8,93 ton/tahun. Salah satu kendala dalam mempertahankan produksi dan kualitas ubi jalar adalah akibat serangan hama Cylas formicarius (Coleoptera: Curculionidae) atau yang lebih dikenal dengan hama boleng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan waktu aplikasi B. bassiana yang tepat dan efektif dalam menekan perkembangan hama C. formicarius pada beberapa varietas ubi jalar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial faktor pertama waktu aplikasi B. bassiana: 3,5,7,9 MST dan faktor kedua varietas ubi jalar: Ayamurasaki, Cilembu, Kalasan sehingga didapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan serta total unit percobaan adalah 36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi B. bassiana berpengaruh dalam menekan perkembangan hama C. formicarius pada beberapa varietas ubi jalar. Waktu aplikasi yang paling tepat dan efektif adalah pada 3 MST, karena mampu menekan populasi hama C. formicarius dan intensitas serangan hama C. formicarius. Pada peubah bobot umbi ubi jalar per tanaman dan bobot umbi ubi jalar layak pasar waktu aplikasi cendawan B. bassiana tidak berpengaruh terhadap pembentukan umbi.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PESTS - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PLANTS - DISEASES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PHOSPHORUS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48419</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-26 12:35:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-11 11:02:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>