<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48389">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENINGKATAN VISKOSITAS MUKUS SERVIKS TERHADAP MENURUNNYA ANGKA KEBUNTINGAN PADA SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M YUSWAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH PENINGKATAN VISKOSITAS MUKUS SERVIKS &#13;
TERHADAP MENURUNNYA ANGKA KEBUNTINGAN &#13;
PADA SAPI ACEH&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peningkatan viskositas &#13;
mukus serviks terhadap menurunnya angka kebuntingan sapi aceh setelah &#13;
Inseminasi Buatan (IB). Penelitian ini menggunakan delapan ekor sapi aceh betina &#13;
dengan umur 3-7  tahun dan memiliki bobot badan 150-250 kg, sudah pernah &#13;
beranak, dan memiliki dua kali siklus reguler. Seluruh sapi yang memiliki Cl &#13;
disinkronisasi menggunakan prostaglandin F2 alfa (PGF2?) dengan dosis 25 mg &#13;
dengan injeksi tunggal. Pengamatan berahi dilakukan selama 30 menit pada pukul &#13;
06.00 dan 18:00 WIB setelah penyuntikan PGF2?  terakhir. Sapi dianggap berahi &#13;
apabila menunjukkan gejala berahi seperti vulva merah dan bengkak, gelisah, &#13;
keluarnya mukus serviks dan menurunnya nafsu makan. Pengambilan sampel &#13;
dilakukan pada saat keluarnya mukus serviks yang pertama. Sampel mukus &#13;
serviks dikoleksi dengan metode aspirasi menggunakan kateter steril dan &#13;
disposible syringe  50 ml. Viskositas mukus serviks delapan ekor sampel sapi &#13;
menunjukkan konsistensi yang berbeda-beda yaitu lima ekor sapi memperlihatkan &#13;
viskositas kental (+++) dengan persentase kebuntingan 20%, dua ekor sapi &#13;
dengan viskositas sedang (++) dengan persentase kebuntingan 50%, dan sat u ekor &#13;
sapi dengan viskositas tipis atau encer (+) dengan persentase kebuntingan 100%. &#13;
Dapat disimpulkan bahwa peningkatan viskositas mukus serviks akan &#13;
menurunkan persentase kebuntingan sapi aceh.</note>
 <subject authority="">
  <topic>CANCER-CERVIX</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48389</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-26 11:22:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-29 10:04:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>