ANALISIS KELAYAKAN USAHA PERKEBUNAN KURMA (STUDI KASUS KEBUN KURMA BARBAE KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PERKEBUNAN KURMA (STUDI KASUS KEBUN KURMA BARBAE KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

HANNA RISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405102010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Kurma merupakan buah yang berasal dari Jazirah Arab. Kurma sudah berabad-abad lamanya dikonsumsi masyarakat di Timur Tengah, baik untuk makanan pokok maupun kudapan. Dewasa ini, kurma tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat di Timur Tengah saja namun oleh hampir seluruh masyarakat di Dunia, termasuk Indonesia. Pertumbuhan tingkat konsumsi kurma di Indonesia semakin meningkat pada setiap tahunnya, hal ini ditunjukkan oleh adanya permintaan impor kurma yang selalu meningkat pada setiap tahun. Pada akhir tahun 2015, Provinsi Aceh tepatnya Kabupaten Aceh Besar, mulai membudidayakan kurma. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kelayakan usaha perkebunan kurma di Aceh dilihat dari aspek pasar dan pemasaran serta aspek teknis dan teknologi dan aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perkebunan kurma pada Kebun Kurma Barbate layak dijalankan dari aspek pasar dan pemasaran serta aspek teknis dan teknologi. Dari aspek finansial, Kebun Kurma Barbate menunjukkan bahwa layak untuk diusahakan dilihat dari nilai NPV = Rp 12.796.782.763, Net B/C = 9,10, IRR = 43,81 Persen, dan Payback Period = 5 tahun 2 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha perkebunan kurma tetap layak untuk dijalankan apabila terjadi perubahan peningkatan biaya operasional sebesar 10 persen namun produksi tetap, dan apabila terjadi penurunan produksi sebesar 10 persen namun biaya operasional tetap.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK