<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48329">
 <titleInfo>
  <title>TEKNIK PEMATAHAN DORMANSI SECARA FISIK DAN KIMIA TERHADAP VIABILITAS BENIH AREN (ARENGA PINNATA MERR.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ISMATURRAHMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman aren termasuk tanaman yang memiliki banyak manfaat, hampir seluruh bagian tanaman aren dapat dimanfaatkan yaitu sebagai penghasil nira (bahan utama gula aren, alkohol, dan cuka), sumber energi yang terbaru yaitu bioethanol, sumber karbohidrat (tepung),  sebagai  bahan  campuran  minuman  seperti  kolang-kaling,  bahan  bangunan (batang) dan dapat juga digunakan sebagai tanaman konservasi untuk lahan-lahan kritis. Namun di samping banyaknya manfaat yang dimiliki oleh tanaman aren, benih aren memerlukan waktu relatif lama untuk berkecambah karena benih aren memiliki struktur kulit yang tebal dan keras. Untuk mempercepat perkecambahan benih aren dapat dilakukan usaha pematahan dormansi baik itu secara fisik dan kimia. Pematahan dormansi secara fisik yaitu dengan pelukaan benih didekat embrio dan digosok dengan kertas pasir, sedangkan pematahan dormansi secara kimia yaitu dengan melakukan perendaman benih dalam larutan seperti KNO3, HCl, H2SO4 dan hormon Giberelin (GA3).&#13;
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pematahan dormansi secara fisik dan pematahan dormansi secara kimia terhadap viabilitas benih aren. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, yang telah berlangsung dari bulan Juli sampai dengan November 2017.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan tiga ulangan. Faktor  yang diteliti  yaitu pematahan dormansi secraa fisik  yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa perlakuan fisik, digosok dengan kertas amplas, digores dengan  cutter  dan  menghilangkan  selaput  gabus  pada  hilum.  Faktor  kedua  yaitu konsentrasi KNO3  terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, Konsentrasi KNO3  0,3%; 0,5%; dan&#13;
0,7%. Adapun parameter yang diamati adalah potensi tumbuh, daya berkecambah, nilai penundaan perkecambahan, kecepatan tumbuh, indeks vigor, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan total (T50) dan keserempakan tumbuh.&#13;
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan secara fisik terhadap viabilitas benih  aren  yang  terbaik  dijumpai  pada  perlakuan  digores  dengan  cutter  (S2). &#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL PRODUCTS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48329</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-26 09:18:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-01 09:26:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>