Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK KULIT BAKAU DAN SERAI WANGI TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN CROSIDOLOMIA PAVONANA (F)
Pengarang
Nozi Liansyah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1105101050095
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Nozi Liansyah 1105101050095. Pengaruh Campuran ekstrak kulit bakau dan ekstrak serai wangi terhadap mortalitas dan perkembangan Crosidolomia pavonana (F). Di bawah bimbingan Hasnah sebagai ketua dan Alfian Rusdy sebagai anggota
RINGKASAN
Crosidolomia pavonana (F) ( Lepidoptera: Crambidae) adalah hama penting tanaman family Brassicacae. Hama ini bersifat olifagus dengan tanaman inangnya antara lain pakcoi, lobak, sawi, selada, bunga kol dan brokoli. Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati, antara lain tanaman bakau Rhizophora apiculata dan serai wangi Cymbopogon nardus. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi yang efektif dari campuran ekstrak kulit bakau dan serai wangi terhadap mortalitas dan perkembangan C. pavonana. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium hama Tumbuhan Program Studi Proteksi Tanaman dan Laboratorium Analisis Pangan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unsyiah. Penelitian ini dimulai sejak April 2016 Sampai Mei 2016.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) berfaktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi persentase mortalitas larva, persentase penghambat makan, persentase pupa yang muncul, dan persentase imago yang muncul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak kulit bakau dan serai wangi berpengaruh terhadap Mortalitas larva dan penghambat makan. Persentase mortalitas larva C. pavonana tertinggi sampai pada pengamatan 6 HSA yaitu pada campuran 2 g ekstrak kulit bakau + 2 g ekstrak serai wangi mencapai 85% dan terendah pada perlakuan 1 g ekstrak kulit bakau + 3 g ekstrak serai wangi hanya 65%. Persentase penghambat makan larva C. pavonana pada pengamatan 6 HSA tertinggi dijumpai pada pada perlakuan tunggal 4 g ekstrak serai wangi mencapai 15,05% dan yang paling rendah pada perlakuan tunggal 4 g ekstrak kulit bakau yaitu 7,77%. Persentase pupa larva C. pavonana yang terbentuk tertinggi di jumpai pada perlakuan 1 g ekstrak kulit bakau + 3 g ekstrak serai wangi sebesar 35% dan yang terendah pada perlakuan 2 g ekstrak kulit bakau + 2 g ekstrak serai wangi yaitu 15%. Sedangkan Persentase imago C. pavonana yang muncul tertinggi pada perlakuan 4 g ekstrak serai wangi sebesar 30% dan yang terendah pada perlakuan 2 g ekstrak kulit bakau + 2 g ekstrak serai wangi yaitu 12,50%. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak kulit bakau dan serai wangi lebih efektif dari pada aplikasi secara tunggal.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA DAN KULIT BUAH JERUK PURUT TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN CROCIDOLOMIA PAVONANA (F.) (DWIMA NADHILA, 2017)
PENGARUH PENAMBAHAN RAGI DALAM EKSTRAK LIMBAH DAUN SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI HERBISIDA ALAMI TERHADAP PENGENDALIAN RUMPUT TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) (Sapriani, 2023)
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN BATANG SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP NYAMUK CULEX SPP (Indah Wulan Sari, 2019)
PENGARUH EKSTRAK SERAI WANGI TERHADAP PERKEMBANGAN DAN MORTALITAS HAMA CROCIDOLOMIA BINOTALIS PADA TANAMAN KUBIS. (Jevelia Sepriana, 2024)
UJI TOKSITAS EKSTRAK AMPAS DAUN SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.) RANDLE) TERHADAP MORTALITAS LARVA INSTAR II CHRYSODEIXIS CHALCITES (MAULINDA, 2023)