ANALISI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATNI KAKAO DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATNI KAKAO DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

Irhamna - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105102010037

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kakao (Theobroma Cacao) merupakan salah satu hasil perkebunan yang dapat memberikan konstribusi untuk peningkatan devisa Indonesia selain itu kakao memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Produksi kakao semakin meningkat dan kita ketahui pemanfaatan kakao sangat banyak, mulai dari biji sampai lemaknya dapat dimanfaatkan menjadi produk.
Pengembangan tanaman kakao di Indonesia sudah dilakukan sejak awal tahun 1980 - an. Keadaan iklim dan kondisi lahan yang sesuai untuk pertumbuhan kakao mendorong berkembangnya budidaya kakao. Pengusahaan tanaman kakao dilakukan oleh perkebunan besar negara dan swasta maupun perkebunan rakyat. Sentra budidaya kakao yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar umumnya terletak di beberapa provinsi seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan untuk perkebunan rakyat terutama terdapat di Indonesia bagian timur seperti di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku dan Irian Jaya. Luas perkebunan kakao yang dikelola oleh rakyat sebesar 798.880 hektar, sedangkan luas perkebunan besar negara dan swasta masing-masing sebesar 54.843 hektar dan 61.214 hektar (Dirjenbun, 2013).
Dalam konteks teori produksi kaitannya dengan pertanian, faktor penting dalam pengelolaan sumberdaya produksi adalah faktor alam (tanah), modal, dan tenaga kerja, selain itu juga faktor manajemen (Mubyarto, 1994). Diantara berbagai faktor produksi yang tersebut di atas terdapat faktor produksi yang sangat menentukan dalam usahatani kakao yaitu meliputi luas lahan, modal, tenaga kerja, dan pengalaman petani.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan keuntungan usahatani kakao di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya.
Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa modal, luas lahan, tenaga kerja adalah berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi usahatani kakao. Hal ini dapat dikemukakan bedasarkan hasil uji-t yaitu yang menunjukkan tcari > ttabel, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan, dimana tcari < ttabel. Secara serempak modal, luas lahan, tenaga kerja adalah berpengaruh nyata secara serempak terhadap produksi usahatani kakao, dibuktikan dengan nilai Fcari > Ftabel.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK