<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48281">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JUMLAH MIKROFILARIA PADA ANJING PENDERITA CANINE HEARTWORM DISEASES TERHADAP ANGKA KEMATIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI ISOLAT LAPANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DZULFIKAR FAIZIN R</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH JUMLAH MIKROFILARIA PADA ANJING &#13;
PENDERITA Canine Heartworm Diseases TERHADAP &#13;
ANGKA KEMATIAN NYAMUK &#13;
Aedes aegypti ISOLAT LAPANG&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh jumlah    mikrofilaria  pada anjing &#13;
penderita  Canine Heartworm  Diseases  terhadap angka kematian nyamuk  Ae. &#13;
aegypti.  Sampel yang digunakan  adalah seribu dua ratus  ekor nyamuk  dengan &#13;
lima  kali ulangan  dan tiga  ekor anjing  dengan kategori  infeksi  mikrofilaremik&#13;
tinggi  10.395 mf/ml, sedang  1.430 mf/ml, dan ringan  330 mf/ml  serta  satu  anjing &#13;
kontrol  0 mf/ml  positif. Anjing di kandangkan dengan  nyamuk, ketika nyamuk &#13;
selesai menghisap  kemudian  dikoleksi dan diamati selama 13  hari.  Data angka &#13;
kematian nyamuk  Ae aegypti  akan dianalisis,  secara  statistik untuk  melihat &#13;
standart deviasi, dipastikan dengan   uji ANOVA SPSS,    Rancangan Acak Lengkap &#13;
(RAL), dan disajikan dalam bentuk  grafik.  Hasil penelitian  menunjukan  angka &#13;
kematian  pada perlakuan  nyamuk kontrol  0 mf/ml  dengan rata-rata 0.68±0.94.&#13;
Sedangkan angka kematian  nyamuk pada perlakuan di  hari pertama pengamatan &#13;
rata-rata angka  kematian nyamuk pada tingkat rendah  330 mf/ml sebanyak &#13;
12.00±0.75, sedang  22.00±0.75, dan tinggi  34.00±0.9,  angka kematian mulai &#13;
meningkat kembali di hari ketiga, pada tingkat  rendah 330 mf/ml  9.87±0.87, &#13;
sedang  13.85±1.24, tinggi  16.84±1.83. Angka kematian kembali meningkat pada&#13;
hari ke  sepuluh dengan rata-rata rendah  15.97±9.65, sedang  31.37±2.77, tinggi &#13;
40.22±5.95.  Hasil ANOVA  pada pengamatan hari ke 13,  nilai p dari perlakuan &#13;
adalah  0.000 (p  &lt; 0.05),  maka dari itu kita menolak H0. Kesimpulan semakin &#13;
tinggi tingkat infeksi, semakin tinggi angka kematian nyamuk sehingga nyamuk &#13;
Ae. aegypti dengan tingkat infeksi yang rendah bisa menjadi potensial vektor.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48281</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-25 17:30:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-26 10:47:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>