<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48277">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS MIKORIZA DAN CARRIERNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RANGGA ADITYA KURNIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produktivitas jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) mengalami peningkatan&#13;
hingga 1,07 ku ha tahun 2016. Meningkatnya produksi jagung manis di ikuti dengan&#13;
peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan terhadap jagung manis&#13;
terus meningkat, sehingga menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi di sektor pertanian&#13;
khususnya tanaman pangan. Salah satunya seperti alih fungsi lahan dan perubahan musim yang&#13;
tidak menentu dapat menyebabkan penurunan produktivitas jagung manis. Usaha peningkatan&#13;
produksi jagung dapat dilakukan dengan program intensifikasi berupa pemupukan yang efektif&#13;
dan efisien. Penggunaan pupuk hayati mikoriza menjadi alternatif  dalam memperbaiki siklus&#13;
hara, struktur tanah dan menyalurkan nutrisi pada organisme tanah, meningkatkan penyerapan&#13;
unsur hara bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati memanfaatkan mikroba dalam&#13;
mempercepat proses mikrobiologi untuk meningkatkan ketersediaan hara sehingga dapat&#13;
dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu pupuk hayati mampu mengaktifkan serapan hara oleh&#13;
tanaman, mempercepat proses pengomposan, dan memperbaiki struktur tanah. Bahan&#13;
pembawa atau carrier mikoriza memegang peranan penting dalam meningkatkan viabilitas&#13;
propagul. Salah satu sifat terpenting yang diperlukan dari bahan pembawa carrier adalah&#13;
kemampuannya dalam mempertahankan populasi dari inokulan mikrobia agar tetap tinggi&#13;
selama jangka waktu penyimpanan.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018 di Desa&#13;
Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Rancangan Penelitian yang&#13;
digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 2 dengan 3 ulangan.&#13;
Faktor yang diteliti yaitu jenis mikoriza dan carrier mikoriza. Faktor jenis mikoriza terdiri dari&#13;
3 taraf yaitu ; mikoriza Glomus mosseae, Gigaspora sp. dan Glomus mosseae + Gigaspora sp.&#13;
(campuran). Faktor carrier terdiri atas 2 taraf yaitu : zeolit dan tanah. Parameter yang diamati&#13;
meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat&#13;
basah akar tanaman, berat kering akar tanaman, berat kering akar tanaman, berat tongkol&#13;
berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, persentase akar&#13;
terkolonisasi dan potensi hasil.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis mikoriza berpengaruh sangat nyata&#13;
terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST,  parameter diameter batang umur 15, 30&#13;
HST, berat basah tanaman, berat basah akar tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol&#13;
tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, persentase infeksi akar, dan potensi hasil, serta&#13;
berpengaruh nyata terhadap diameter batang 45 HST, berat kering tanaman, dan berat kering&#13;
akar tanaman. Hasil terbaik dijumpai pada perlakuan jenis mikoriza Glomus mosseae +&#13;
Gigaspora sp. (campuran). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa carrier mikoriza&#13;
berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman 45 HST, berpengaruh nyata&#13;
terhadap diameter batang umur 15 dan 30 HST, dan diameter tongkol tanpa kelobot, namun&#13;
berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 15 dan 30 HST, diameter batang 45 HST,&#13;
berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat basah akar tanaman, berat kering akar&#13;
tanaman, berat tongkol berkelobot, persentase akar terkolonisasi dan potensi hasil. Hasil yang&#13;
terbaik dijumpai pada perlakuan carrier mikoriza zeolit. Terdapat interaksi yang nyata&#13;
terhadap berat basah akar tanaman, berat tongkol berkelobot dan potensi hasil. Kombinasi yang&#13;
terbaik dijumpai pada perlakuan jenis mikoriza Glomus mosseae + Gigaspora sp. (campuran)&#13;
dengan carrier mikoriza zeolit.</note>
 <subject authority="">
  <topic>CORN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FUNGICIDES - AGRICULTURAL USE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48277</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-25 17:21:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-29 09:51:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>