ANALISIS PEERSEPSI ABK TERHADAP SISTEM BAGI HASIL TANGKAPAN DI DESA MEUNASAH BALEK KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PEERSEPSI ABK TERHADAP SISTEM BAGI HASIL TANGKAPAN DI DESA MEUNASAH BALEK KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

Muhammad Haikal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1105102010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan wilayah pesisir terbesar di pulau sumatera yang memiliki garis pantai 2.666,27 km dan wilayah laut kewenangan 43.339,83 km2. Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan kaum nelayan di Aceh ternyata masih banyak hal yang perlu untuk dicermati lebih lanjut, baik yang berhubungan dengan sistem nilai yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat nelayan, maupun yang berkaitan dengan struktur kelembagaan masyarakatnya sendiri. Apalagi jika kita ketahui bahwa kualitas hidup kaum nelayan di Aceh ini sebanyak 25% penduduk pesisirnya masih berada dibawah garis kemiskinan atau belum sejahtera.
Sistem bagi hasil adalah suatu sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dengan pengelola dana. hubungan kerja antara pemilik Kapal dengan ABK dalam organisasi penangkapan ikan, khususnya mengenai sistem bagi hasil sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan yang diperoleh nelayan menambahkan bahwa salah satu aspek yang menyebabkan perubahan hubungan produksi adalah sistem bagi hasil. Seperti diketahui, ciri umum hubungan produksi pada usaha perikanan tangkap adalah adanya sistem bagi hasil. Adapun sistem bagi hasil itu sendiri terbentuk sebagai konsekuensi dari tingginya risiko usaha penangkapan.
Persepsi nelayan dalam penelitian ini menggunakan skala likert atau scoring, pada setiap item pertanyaan dalam kuesioner diberikan skor untuk menentukan bagaimana persepsi nelayan terhadap sistem bagi hasil. Hasil jawaban kuesioner selanjutnya di jelaskan secara deskriptif kualitatif.
Dalam persepsi nelayan ABK bahwa sistem bagi hasil tangkapan ikan di Desa Meunasah Balek tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh nelayan. Sebesar 65%atau 13 orang dari 20 orang responden kurang setuju dengan sistem bagi hasil tangkapan ikan di TPI Meunasah Balek karena dinilai belum sesuai dengan resiko yang mereka hadapi di tengah laut. Kehidupa nnelayan memiliki ketergantungan pada lingkungan. Hal tersebut terutama terlihat pada nelayan tradisional. Ketergantungan dengan alam (musim) mengakibatkan mereka tidak bisa melaut sepanjang tahun. Hal tersebut berakibat lebih jauh pada ketidakstabilan dan ketidakteraturan penghasilan mereka.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK