<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48061">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA SANTET DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munawal Hadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IMPLEMENTASI HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA SANTET DI ACEH&#13;
&#13;
Munawal Hadi1&#13;
Mohd. Din2&#13;
M. Gaussyah3&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Masyarakat Indonesia sangat kental dengan unsur-unsur adat budaya yang melibatkan sesuatu hal yang ghaib. Bahkan masih banyak yang percaya bahwa hal yang   ghaib   itu   dapat   membawa   keuntungan   bagi   dirinya.   Disinilah   dari keuntungan para pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. Masalah tersebut erat kaitannya dengan masalah santet, sudah patut bahwa pembuktian santet itu sangat sukar dibuktikan,  akan tetapi langkah preventif atau pencegahan  dapat dilakukan untuk meminimalisir kejadian tindak pidana santet. Dalam KUHP yang mengatur tentang santet terdapat dalam Pasal 545, Pasal 546, Pasal 547.  Masalah pokok penelitian ialah (1) Bagaimana proses penegakkan hukum terhadap pelaku santet di Aceh? (2) Apa yang menjadi hambatan penegak hukum dalam penanganan  dugaan  santet?  Dan  (3)  Bagaimana  penegakan  hukum  terhadap pelaku santet di Aceh secara perskriptif hukum pidana?&#13;
Penelitian dan pengkajian ini bertujuan, menemukan dan mengembangkan teori mengenai teori efektivitas hukum, teori pertanggungjawaban pidana, unsur- unsur  tindak  pidana,  teori  kebijakan  hukum  pidana  serta  konsep  delik  dalam hukum pidana.&#13;
Metode  Penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  penelitian  hukum yuridis empiris, yaitu penelitian dari hasil pengumpulan dan penemuan data serta informasi melalui studi lapangan berupa kasus-kasus santet di Aceh kemudian dilakukan pengujian secara induktif-verifikatif pada fakta mutakhir yang terdapat di dalam masyarakat. Dengan sumber data adalah sekunder yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier (penunjang). Data yang diperoleh, baik dari bahan hukum primer, sekunder, tersier, serta informasi dari  para  ahli,  maka  analisis  data  dilakukan  dengan  pendekatan  deskriptif kualitatif yaitu analisis isi.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari beberapa kasus yang terjadi di Aceh yang diteliti dalam penelitian tesis ini dapat dilihat bahwa apabila suatu perbuatan  yang merupakan  dahulunya bukan  suatu  tindak  pidana,  akan  tetapi terhadap perbuatan tersebut dapat menimbulkan kekacauan (Chaos) dalam tatanan kehidupan sosial, maka perbuatan tersebut dapat dikriminalisasikan atau direkriminalisasikan. Tujuan delik ini diperuntukkan bukan saja untuk  korban modus operandi penipuan melalui santet, akan tetapi untuk korban yang dituduhkan sebagai dukun santet di Aceh (kasus) ini harus ada pembuktian dari proses   penyelidikan   dan   penyidikan   oleh   kepolisian   agar   tidak   terjadi penghakiman  oleh  masyarakat,  dan  dilihat  secara eksplisit,  dapat  disimpulkan bahwa implementasi hukum terhadap tindak pidana santet di Aceh masih kabur atau tidak jelas. Dua kasus yang sudah dijelaskan sebelumnya secara hukum harus&#13;
&#13;
1 Mahasiswa&#13;
2 Ketua Komisi Pembimbing&#13;
3 Anggota Komisi Pembimbing&#13;
&#13;
&#13;
i&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL OFFENCE - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WITCHCRAFT</topic>
 </subject>
 <classification>345</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-25 11:03:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-15 12:03:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>