<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48017">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutia Safrida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu jenis ikan yang banyak terdapat di perairan Aceh adalah ikan leubim.  Nama dasar ikan ini adalah spotted oceanic triggerfish yang termasuk ke dalam spesies Canthidermis maculata (Eschemeyer, 1998).  Jenis ikan ini kurang disukai oleh masyarakat Aceh untuk dikonsumsi sehingga pada mulanya sering dibuang atau dijual dengan harga sangat murah untuk makanan itik dalam bentuk segar.  Harga ikan leubim semakin lama semakin meningkat dikarenakan semakin meningkatnya masyarakat yang memanfaatkan ikan tersebut untuk dibuat antara lain dendeng, bakso, dan empek-empek. Bagian yang diambil untuk tujuan pengolahan tersebut adalah dagingnya saja, sedangkan limbahnya berupa kepala, kulit, tulang, insang, jeroan, dan sirip dibuang begitu saja. Limbah ini cukup banyak dijumpai di pasar ikan dan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lampulo, Kabupaten Aceh Besar dan dibuang sebagai limbah.       &#13;
Permasalahan lainnya adalah bahan limbah ikan ini berasal dari tempat yang tercemar sehingga berpotensi munculnya kuman-kuman pathogen. Meskipun dengan cara pengolahan dapat meminimalisasikan bibit-bibit penyakit tersebut.   Kondisi organ dalam dapat memberi petunjuk  apakah daging ayam yang diproduksi layak dikonsumsi atau tidak.  Berdasarkan permasalahan di atas,  penelitian ini  dimaksudkan untuk mencari tahu apakah penggunaan tepung ikan limbah leubim berpengaruh nyata atau tidak pada organ-organ dalam ayam broiler.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh  penggunaan tepung limbah ikan leubim  terhadap bobot dan persentase organ dalam ayam broiler.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP).  Program Studi Peternakan,  Universitas Syiah Kuala  tanggal 4 Mei?8 Juni 2018. Penelitian ini mengunakan 80 ekor DOC.  Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan tepung limbah ikan leubim sebanyak  0, 4, 8, dan 12% di dalam ransum.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap  (RAL) terdiri dari 4 perlakuan,  4 ulangan,  dan 2 subsampel.   Parameter yang diamati meliputi: (1) bobot dan persentase organ saluran pencernaan (tembolok, gizzard,  dan usus), (2) bobot dan persentase organ pembantu pencernaan (hati,  pankreas, dan limpa), (3) bobot dan persentase organ sirkulasi dan darah (jantung dan  darah),  dan (5) mortalitas.  Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA).  Jika dari analisis tersebut didapatkan hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1991). &#13;
Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan  tepung limbah ikan leubim  pada level 0?12% berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKENS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>48017</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-24 22:33:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-27 09:12:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>