Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERLINDUNGAN KHUSUS TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI POLRES ACEH SINGKIL)
Pengarang
Andri Juliswan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1203101010204
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Andri Juliswan, PERLINDUNGAN KHUSUS TERHADAP
2018 ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN
NARKOTIKA (Suatu Penelitian di Polres Aceh Singkil)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(iv,53) pp, bibl
(Rizanizarli, S.H., M.H.)
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak didalam Pasal 59 menyebutkan bahwa, perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, penjualan, perdagangan, anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, anak yang menyandang cacat, dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. Namun pada kenyataannya perlindungan khusus tidak diberikan kepada anak yang berhadapan dengan hukum di Polres Aceh Singkil dan hal tersebut menunjukkan bahwa tidak diberikannya perlindungan tersebut sangat bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Padahal Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Negara lainnya berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penegakan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, penyebab perlindungan khusus belum diterapkan, hambatan dan upaya penegak hukum dalam memberikan perlindungan khusus terhadap anak yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Metode penelitian ini merupakan penelitian empiris, pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (purposive sampling), dan yang menjadi reponden adalah kasat narkoba dan pekerja sosial pendamping anak. Analisis data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan diolah secara sistematis, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kasus tersebut, anak seharusnnya tidak boleh ditahan dan digabungkan bersamaan dengan orang dewasa selama anak tersebut masih mendapatkan jaminan dari orang tua/wali ataupun keluarga dan tidak menghilangkan barang bukti sesuai dengan ketentuan yang tertulis. Penanganan perkara anak yang tidak dibedakan dengan perkara orang dewasa dipandang tidak tepat karena sistem yang demikian akan merugikan kepentingan anak yang bersangkutan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA JENIS SABU (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUALA SIMPANG) (NEILUL MUNA, 2020)
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KOTA SABANG) (GANECHA EKA PRAMUDYA, 2019)
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI STABAT) (Fiqhri Gemilang Asmara Junaidi Putra, 2020)
PEMBINAAN NARAPIDANA RESIDIVIS TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI RUTAN KELAS II B BANDA ACEH ) (RIZQINA DEVIANTI, 2019)
PENERAPAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI CALANG) (Khairun Nisak, 2019)