PROSES AKULTURASI ANTARA MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA DENGAN MASYARAKAT SUKU PAKPAK PADA PERKAWINAN DI KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES AKULTURASI ANTARA MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA DENGAN MASYARAKAT SUKU PAKPAK PADA PERKAWINAN DI KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA


Pengarang

Hamzah F Padang - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210102010112

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Proses Akulturasi Antara Masyarakat Suku Batak Toba dengan Masyarakat Suku Pakpak pada Perkawinan di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses Akulturasi yang terjadi dalam Perkawinan campur suku Batak Toba dengan suku Pakpak di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara dan untuk mengetahui faktor apa yang menjadi hambatan proses akulturasi yang terjadi dalam perkawinan campur suku Batak Toba dengan suku Pakpak di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Teori yang digunakan adalah teori Kurva U (Kejutan Budaya). Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara Semi Berstruktur, Obsevasi dan Dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik purposive yaitu menentukan responden berdasarkan dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan..Berdasarkan hasil dan pengolahan data yang didapatkan melalui wawancara Semi Berstruktur, Observasi dan Studi Dokumentasi maka terlihat bahwa walaupun banyaknya terdapat perbedaan dan hambatan dalam perkawinan campur antara Suku Batak Toba dengan Suku Pakpak , Proses Akulturasi dalam perkawinan Campur tersebut tetap berjalan efektif. Untuk tercapainya Akulturasi yang efektif tersebut pasangan dari perkawinan campur telah melalui fase-fase yang diungkapkan oleh Larry A. Samovar dkk mengenai Teori Kurva U (Kejutan Budaya) yaitu terdapat Fase Kegembiraan, Fase Kekecewaan, Fase Awal Resolusi, dan Fase Berfungsi dengan Efektif. Sedangkan faktor penghambat dari proses akulturasi ini adalah ketidaktahuan terhadap budaya pasangan, rasa etnosentrisme, stereotip negatif dan bahasa. Untuk memperlancar proses akuturasi dibutuhkan komunikasi antarbudaya yang baik sehingga pasangan tersebut dapat membuka diri dan bertoleransi terhadap budaya pasangan agar permasalahan dan hambatan dalam perbedaan budaya tidak menjadi masalah yang akan menimbulkan pertengkaran didalam keluarga sehingga tercapainya keluarga yang harmonis.
Kata kunci: Akulturasi, Batak Toba, Pakpak, Perkawinan Campur.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK