Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF WHAT? SO WHAT? NOW WHAT? PADA KONSEP ENERGI DALAM USAHA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 PEUNARON ACEH TIMUR
Pengarang
siti nurwati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0806103030071
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Fisika (S1) / PDDIKTI : 84203
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2012
Bahasa
Indonesia
No Classification
371.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kata kunci: Model Kooperatif What? So what? Now what?
Hasil belajar yang diperoleh siswa pada pembelajaran fisika sangat rendah. Banyaknya teori, rumus-rumus dan soal membuat siswa merasa jenuh dan bosan dengan pelajaran fisika. Siswa menganggap rumus-rumus dan teori fisika sangat sukar untuk dipahami sehingga setiap tugas yang diberikan guru fisika hanya sebagian kecil dari siswa yang mau mengerjakan tugas, sehingga prestasi belajar siswa menjadi rendah Hasil pembelajaran dapat dicapai secara optimal jika guru dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Oleh karena itu penulis memilih model pembelajaran kooperatif what? So what? Now what? pada materi energi. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa; (2) Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif what? So what? Now what?. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII3 SMP Negeri 1 Peunaron Aceh Timur yang berjumlah 24 orang. Analisis data menggunakan persentase dan ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Aktivitas guru yang paling dominan muncul selama pembelajaran menggunakan model kooperatif what? So what? Now what? pada siklus I, II, dan III adalah membimbing siswa agar bisa berfikir lebih luas, serta membimbing siswa dalam melakukan diskusi kelompok dan membuat refleksi pengalaman belajar. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan muncul adalah mengerjakan pada saat diskusi dalam kelompok dan menuliskan refleksi pengalaman belajar yang baru saja mereka alami; (2) Prestasi belajar siswa meningkat dari siklus I, siklus II dan siklus III. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan individual dan klasikal meningkat dari siklus I sebesar 83,3%, siklus II sebesar 91,7% dan siklus III yaitu sebesar 95,8%.
Tidak Tersedia Deskripsi
HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SMP NEGERI 17 BANDA ACEH (Helna Amelia Lubis, 2026)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 17 BANDA ACEH. (Faizatul Tania Uzma, 2025)
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KLUET TIMUR RNTAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Mardiah, 2014)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHINGRNUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA RNMATA PELAJARAN FISIKA KELAS VIII3 MTSN RNBANDA ACEH (Siti Nurjihan, 2015)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI SMP (AINAN WARDIYAH, 2022)