STRATEGI PENGENDALIAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN SAWAH MENJADI KEBUN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STRATEGI PENGENDALIAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN SAWAH MENJADI KEBUN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG


Pengarang

Yoga Fajar Handhika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205102010106

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

YOGA FAJAR HANDHIKA dengan judul skripsi “Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang” dengan pembimbing utama Bapak Dr. Ir. Romano, M.P. dan ibu . Dr. Ir. Ismayani, M.Si sebagai pembimbing kedua.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang dan mengetahui faktor apa saja yang memperngaruhinya.
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Objek penelitian ini adalah petani yang memiliki lahan pertanian sawah yang kemudian tela mengalih fungsikan lahan pertanian sawahnya menjadi kebun kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan cara pengembilan sampel dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dimana sampel berjumlah 20 responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden rumah tangga yang memiliki tanaman sukun. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan, internet, jurnal penelitian, lembaga dinas atau instansi-instansi yang terkait dengan penelitian ini.
Metode analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif sebagaimana yang di ungkapkan L.j Moleong (2011), sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati dan metode kuantitatif merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mencandarkan karakteristik individu atau kelompok (Syamsudin & Damiyanti: 2011). Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian yaitu mengenai strategi pengendalian pada alih fungsi lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit adalah menggunakan metode analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian bahwa strategi yang digunakan untuk mengendalikan alih fungsi lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang adalah Strategi Agresif karena Strategi Agresif tersebut memanfaatkan Kekuatan sebagai Peluang dan memanfaatkan Kekuatan untuk mengatasi Ancaman, dengan contoh sebagai berikut :
Strategi yang digunakan untuk pengendalian alih fungsi lahan berdasarkan analisis SWOT berada pada posisi kuadran I yang berarti strategi agresif (SO) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, terdapat 4 strategi untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi kebun kelapa sawit yaitu : 1) Petani sadar akan pentingnya tanaman pangan terhadap kebutuhan hidup dengan diadakannya penyuluhan kepada petani pemilik lahan sawah; 2) Posisi lahan sawah yang bersebelahan dengan kebun kelapa sawit tidak bisa sembarangan dialih fungsikan karena adanya undang-undang yang kuat untuk mengatur alih fungsi lahan; 3) Produksi yang dihasilkan berkualitas tinggi akan mengurangi kebijakan pemerintah dalam impor beras; 4) Kebutuhan air pada lahan sawah harus cukup untuk menjaga produksi agar tidak menurun.
Pengendaian alih fungsi lahan pertanian sawah menjadi kebun kelapa sawit dapat dikendalikan dengan 2 faktor yaitu pengendalian alih fungsi lahan sawah dengan faktor internal yaitu : 1) Pengendalian alih fungsi lahan sawah dengan faktor internal yaitu dengan cara meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia tentang penerapan teknologi baru untuk mempemudah pekerjaan pertanian sawah dan meninngkatkan hasil produksi dan kualitas serta menambah penghasilan, hal ini juga memberikan kemudahan pada petani mengatasi kelemahan seperti sulitnya perawatan tanaman padi dan harga jual gabah yang rendah, dan pengendalian alih fungsi lahan sawah dengan faktor eksternal yaitu : 1) Pengendalin alih fungsi lahan sawah dengan faktor eksternal yaitu dengan adanya pihak pemerintah dan dinas-dinas terkait memberikan penyuluhan tentang peraturan perundang-undangan agraria tentang alih fungsi lahan dan penetapan zona pertanian permanen untuk menjaga ketahanan pangan, serta bantuan subsidi saprodi untuk meningkatkan hasil produksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK