ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA TERHADAP KEPUTUSAN PRAKTEK KELUARGA BERENCANA KELUARGA PETANI MISKIN DIKECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA TERHADAP KEPUTUSAN PRAKTEK KELUARGA BERENCANA KELUARGA PETANI MISKIN DIKECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Abdul Muzammil - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0905102010077

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

330.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keluarga berencana merupakan program yang digalakkan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Tujuan utama pelaksanaan program keluarga berencana adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat pada umumnya. Seperti halnya keluarga miskin lainnya, keluarga PUS petani miskin masih memiliki persepsi banyak anak banyak rezeki, hal ini dapat menurunkan tingkat kesejahteraan PUS petani miskin itu sendiri karena dengan kehidupan yang semakin mahal, anak dapat menjadi beban bagi keluarga PUS petani miskin. Kecamatan Delima Kabupaten Pidie merupakan kecamatan yang memiliki tingkat kemiskinan yang masih tinggi, dengan pekerjaan rata-rata sebagai buruh tani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh sosial ekonomi terhadap keputusan praktek keluarga berencana PUS petani miskin dan bagaimana pemerintah memfasilitasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang berasosiasi dengan pertimbangan PUS petani miskin (bedasarkan sosial ekonomi) dalam mengambil keputusan praktek untuk ber-KB antara lain pendidikan, pengetahuan, pendapatan, teknologi informasi dan komunikasi, tingkat keyakinan, keputusan suami, dan pelayanan KB gratis. Fasilitas KB yang diberikan pemerintah sudah baik, dan pemahaman serta pandangan masyarakat terhadap KB sudah baik, persepsi “banyak anak banyak rezeki” sekarang mulai berubah menjadi “banyak anak banyak tanggungan”.
Kata kunci : Keluarga Berencana, PUS petani miskin dan sosial ekonomi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK