<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47403">
 <titleInfo>
  <title>EVOLUSI TAK LINIER GELOMBANG PERMUKAAAN BERDASARKAN PERSAMAAN BENJAMIN BONA MAHONY ORDE LIMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YULIA ZAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Matematika Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persamaan Benjamin Bona Mahony (BBM) merupakan persamaan gelombang&#13;
yang memodelkan perambatan gelombang panjang satu arah yang beramplitudo&#13;
kecil pada permukaan. Persamaan BBM dibangun untuk memperbaiki Persamaan&#13;
Korteweg de Vries (KdV) dalam memodelkan gelombang yang memiliki bilangan&#13;
gelombang yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh orde&#13;
tinggi terhadap evolusi tak linier gelombang permukaan menggunakan Persamaan&#13;
Benjamin Bona Mahony. Solusi Persamaan BBM dihitung dengan menggunakan&#13;
metode ekspansi asimtotik hingga orde lima. Metode ekspansi asimtotik merupakan&#13;
metode untuk mencari pendekatan solusi dari suatu permasalahan persamaan&#13;
diferensial, dimana fungsi tersebut dinyatakan dalam suatu deret pangkat terhadap&#13;
suatu paramater yang bernilai kecil. Berdasarkan solusi yang diperoleh akan&#13;
ditinjau evolusi tak linier gelombang yang dimaksud. Gelombang yang ditinjau&#13;
berbentuk gelombang bikromatik. Gelombang bikromatik di sini didefinisikan sebagai&#13;
superposisi dari dua gelombang monokromatik beramplitudo sama tetapi dengan&#13;
frekuensi yang berbeda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa orde&#13;
tinggi memberi pengaruh yang cukup besar pada kenaikan amplitudo gelombang&#13;
bikromatik. Terjadi peningkatan amplitudo pada orde lima dibandingkan dengan&#13;
orde tiga. Untuk a = 0.2 m, w1lab = 0.34 rad/s dan w2lab = 0.31 rad/s, amplitudo&#13;
gelombang orde lima meningkat hingga mencapai 1.28 m dibandingkan orde tiga&#13;
yang hanya mencapai 1.09 m dengan amplitudo awal 0.8 m. Amplitudo orde lima&#13;
meningkat sebesar 1.6 kali dari amplitudo awal sedangkan peningkatan amplitudo&#13;
orde tiga hanya 1.36 kali dari amplitudo awal. Namun posisi yang dicapai oleh&#13;
orde lima belum tergolong ekstrim karena peningkatan ketinggian maksimum tidak&#13;
mencapai 2.2 kali dari ketinggian awal gelombang. Selain itu, didapati jarak pemuncakan&#13;
maksimum yang berbeda pada kedua orde. Dimana orde tiga mengalami&#13;
pemuncakan maksimum pertama kali lebih cepat dibandingkan posisi pemuncakan&#13;
maksimum yang terjadi pada orde lima. Hal ini mengindikasikan bahwa orde tinggi&#13;
juga memberi pengaruh pada posisi pemuncakan gelombang maksimum terjadi.&#13;
&#13;
Kata kunci : Persamaan BBM, metode asimtotik, solusi orde lima, gelombang&#13;
bikromatik, Maximal Temporal Amplitude (MTA), Faktor Amplifikasi Amplitudo&#13;
(FAA).</note>
 <subject authority="">
  <topic>MATHEMATICAL MODELS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WAVE THEORIES - MODERN PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>511.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>47403</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-20 09:56:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 12:09:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>