<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47221">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN PEMUFAKATAN JAHAT DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Agung Kurniawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>THE PRACTICE OF CONSPIRACY IN NARCOTICS&#13;
 CRIMINAL ACTS &#13;
&#13;
&#13;
By &#13;
M. Agung Kurniawan&#13;
&#13;
Mohd. Din&#13;
&#13;
M. Gaussyah&#13;
ABSTRACT&#13;
 &#13;
iii &#13;
??&#13;
???&#13;
&#13;
 &#13;
?&#13;
Conspiracy of evil/samenspanning is a crime to commit a crime, it can be&#13;
said an agreed criminal offence, prepared or planned for this to happen. In the&#13;
criminal code, the experiment and the evil conspiracy only punished more lightly&#13;
than the punishment of the subject matter. But unlike the current on UUN punish&#13;
punishment equal to staple on delik is completed. In practice, there are still a lot&#13;
of law enforcement in Indonesia applying Article 132 UUN paragraph (1) to&#13;
ensnare the perpetrators of criminal acts are done performed by 2 or more&#13;
persons. Because of the evil conspiracy that defined Article 1 point 18 UUN&#13;
considered Lex Specialist from article 55 of the Criminal Code. Research is a&#13;
major problem (1) what is the cause of evil conspiracy in the criminal offence of&#13;
abuse of narcotics use Article 132 paragraph (1) of Act No. 35 of the year 2009&#13;
about the abuse of narcotic drugs? (2) what considered against the suspects by&#13;
not using Narcotics laws in terms of pem. &#13;
Research and study aims, to find and develop theories about criminal&#13;
liability theory, the theory of participation (deelneming), and Azas-Azas Laws&#13;
crustaceans.  &#13;
The research method used is the juridical normative legal research&#13;
methods, the review about the enforceability of, implementation of, and success in&#13;
the implementation of the law in the community. With the data source is&#13;
secondary legal materials in the form of primary, secondary legal materials and&#13;
legal materials tertiary (supporting). Date obtained, either from primary law,&#13;
secondary, tertiary, as well as information from experts, then the date analysis&#13;
done by sociology approach i.e. the analysis of content. &#13;
The results of this study suggest that first, in practice, there are still many&#13;
law enforcement agencies in Indonesia to apply and use Article 132 paragraph&#13;
(1) of the Act of narcotics to ensnare the perpetrator of a criminal offence is&#13;
complete done by 2 people or more (as outlined by the public prosecutor in the&#13;
claim). This of course, does not comply with understanding authentic evil&#13;
conspiracy. Because of the evil that is defined pemufakatan article 1 number 18&#13;
laws of the Narcotics Act be considered as Lex Specialist from article 55 of the&#13;
book the laws of criminal law (the Criminal Code). Second, to avoid an aborted&#13;
indictment then public prosecutor in the formulation of the indictment should be&#13;
done carefully, clearly and fully customize the criminal act committed. Then in the&#13;
formulation of this indictment clearly raises doubts as to the defendant's own or &#13;
                                                           &#13;
?&#13;
Postgraduate Student of Syiah Kuala Law School &#13;
??&#13;
The Head of Supervision Commission &#13;
???&#13;
The Member of Commission &#13;
against examining magistrate things. Therefore, the indictment containing the&#13;
formulation against. &#13;
 &#13;
Keywords: Conspiracy, Criminal Acts, Narcotics&#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
iv &#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
PENERAPAN PEMUFAKATAN JAHAT DALAM &#13;
TINDAK PIDANA NARKOTIKA &#13;
M. Agung Kurniawan&#13;
&#13;
Mohd. Din&#13;
&#13;
M. Gaussyah&#13;
ABSTRAK&#13;
 &#13;
i &#13;
2&#13;
&#13;
 &#13;
3&#13;
1&#13;
Permufakatan jahat/ samenspanning merupakan suatu kejahatan untuk&#13;
melakukan suatu kejahatan, dapat dikatakan tindak pidana yang disepakati,&#13;
dipersiapkan atau direncanakan tersebut belum terjadi. Dalam KUHP, percobaan&#13;
dan permufakatan jahat hanya dihukum lebih ringan dari hukuman pokok. Namun&#13;
berbeda dengan UUN pada saat ini yang menghukum sama dengan hukuman&#13;
pokok pada delik selesai. Dalam praktiknya, masih banyak aparat penegak hukum&#13;
di Indonesia menerapkan Pasal 132 ayat (1) UUN untuk menjerat pelaku tindak&#13;
pidana selesai yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Karena permufakatan jahat&#13;
yang didefinisikan Pasal 1 angka 18 UUN dianggap sebagai Lex Specialist dari&#13;
Pasal 55 KUHP. Masalah pokok penelitian ialah (1) Apa sebab pemufakatan jahat&#13;
dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika menggunakan Pasal 132 ayat (1)&#13;
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika? (2)&#13;
Apa konsekuwensinya terhadap tersangka dengan tidak menggunakan UndangUndang&#13;
Narkotika&#13;
dalam&#13;
hal&#13;
pemufakatan&#13;
jahat?&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian dan pengkajian ini bertujuan, menemukan dan mengembangkan&#13;
teori mengenai teori pertanggungjawaban pidana, teori penyertaan (deelneming),&#13;
dan Azas-Azas Peraturan Perundang-Udangan.&#13;
 Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum&#13;
yuridis normatif, yang mengkaji tentang keberlakuan, pelaksanaan, dan&#13;
keberhasilan dalam pelaksanaan hukum dalam masyarakat. Dengan sumber data&#13;
adalah sekunder yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan&#13;
bahan hukum tersier (penunjang). Data yang diperoleh, baik dari bahan hukum&#13;
primer, sekunder, tersier, serta informasi dari para ahli, maka analisis data&#13;
dilakukan dengan pendekatan sosiologi yaitu analisis isi. &#13;
 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, Dalam praktiknya, masih&#13;
banyak aparat penegak hukum di Indonesia menerapkan dan menggunakan Pasal&#13;
132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika untuk menjerat pelaku tindak pidana&#13;
selesai yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih (sebagaimana diuraikan oleh&#13;
Penuntut Umum dalam dakwaannya). Hal ini tentunya, tidak sesuai dengan&#13;
penengertian permufakatan jahat yang otentik. Karena pemufakatan jahat yang&#13;
didefinisikan Pasal 1 angka 18 Undang-UndangNarkotika dianggap sebagai Lex&#13;
Specialist dari Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kedua,&#13;
Untuk menghindari batalnya surat dakwaan maka Jaksa Penuntut Umum dalam&#13;
perumusan surat dakwaan harus dilakukan secara cermat, jelas dan lengkap&#13;
menyesuaikan tindak pidana yang dilakukan. Maka dalam perumusan surat&#13;
dakwaan yang seperti ini jelas menimbulkan keraguan baik terhadap terdakwa &#13;
                                                             &#13;
1&#13;
2&#13;
3&#13;
 Mahasiswa &#13;
 Ketua Komisi Pembimbing &#13;
 Anggota Komisi Pembimbing &#13;
sendiri maupun terhadap hakim yang memeriksa perkara. Oleh karena itu, surat&#13;
dakwaan yang berisi perumusan yang bertentangan isinya, dan jelas menimbulkan&#13;
keraguan terutama bagi si terdakwa, surat dakwaan yang demikian harus&#13;
dinyatakan batal demi hukum. Disarankan agar hendaknya Jaksa Penutut Umum&#13;
dalam membuat surat dakwaan harus secara teliti dan seksama untuk memenuhi&#13;
syarat surat dakwaan agar surat dakwaan tidak terancam dengan kebatalan baik&#13;
batal demi hukum (van rechtswege nietic atau null and void) ataupun dinyatakan&#13;
batal. Serta perumusan surat dakwaan yang memenuhi syarat menjamin&#13;
kepentingan hak tersangka untuk membela diri disamping Hukum Negara dan&#13;
Penuntutan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Pemufakatan, Tindak Pidana, Narkotika.&#13;
 &#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
ii</note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NARCOTICS - SMUGGLING - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONSPIRACY - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.023 365</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>47221</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-19 12:28:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-07-09 11:01:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>