Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
NORMA DAN SANKSI TERHADAP PRAKTEK PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES
Pengarang
Lina Sarmini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1410101010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul Norma, Sanksi dan Praktek Pernikahan Dini di Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo lues. Rumusan masalah dalam peneltian ini ialah fungsi norma dan sanksi serta pemaknaan masyarakat Gayo Lues khususnya para remaja terhadap norma dan sanksi tersebut, serta hubungan antara pemaknaan masyarakat terhadap norma dan sanksi dengan praktek pernikahan dini di Gayo Lues ini. Landasan teori dalam penelitian ini ialah Teori Interaksionisme Simbolik (Herbert Blummer) dimana adanya pemaknaan masyarakat terhadap simbol dan dalam penelitian ini yang menjadi simbol ialah norma dan sanksi. Dalam penelitian ini, Lokasi penelitiannya ialah di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provensi Aceh. Jenis penelitian yang dipakai ialah kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data dalam penelitian ini ialah mewawancarai tokoh-tokoh masyarakat terutama remaja-remaja yang menikah pada usia dini serta dokumentasi-dokumentasi saat penelitian sedang berlangsung. Penentuan subjek atau informan penelitian dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pertimbangan purposive sampling yaitu pengambilan informan dilakukan secara sengaja dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan ditemukan bahwa kurangnya pemaknaan dan kepatuhan masayarakat terhadap norma sumang yang ada, serta sanksi berupa pemberian denda dianggap tidak intensif untuk mencegah pelanggaran terhadap peraturan yang ada terutama terhadap norma sumang. Kurangnya pemaknaan masyarakat terhadap norma dan sanksi ini menyebabkan terjadinya pernikahan dini di daerah tersebut. Tingginya tingkat pernikahan dini di Gayo Lues ini disebabkan oleh beberapa hal seperti lingkungannya yang memberikan ruang bagi remajanya untuk menikah dini, berupa acara hiburan atau event-event tertentu (saman dan didong), juga dipengaruhi oleh teman sebayanya dan oleh individu tersebut yang telah terlanjur berbuat mesum, sehingga mereka wajib dinikahkan meski pada umur yang masih muda.
Kata kunci : Norma, Sanksi, Pernikahan Dini
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI SPESIES IKAN PERAIRAN TAWAR SUNGAI BADAK KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH (KASBI, 2022)
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP KADER POSYANDU DENGAN PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (Yurna Desi, 2021)
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DALAM MENGATASI DISMENOREA PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (SARMINA, 2021)
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DALAM MENGATASI DISMENOREA PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (SARMINA, 2021)
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN USAHATANI SERAI WANGI DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (LINDA RAHMAYANTI, 2016)