<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="46847">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA PT. BANK ACEH CABANG BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JULI ANDRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>FINANCING IMPLEMENTATION OF MUSYARAKAH IN PT. BANK&#13;
ACEH BRANCH OF BANDA ACEH &#13;
i&#13;
&#13;
&#13;
Juli Andria&#13;
&#13;
Darmawan&#13;
&#13;
Azhari&#13;
*** &#13;
*&#13;
**&#13;
ABSTRACT&#13;
&#13;
According to Article 19 Paragraph (1) of Law Number 21/2008 on Sharia &#13;
Banking, one of activities of Sharia Bussines Unit (UUS) is to distribute financing&#13;
based on murabahah contract, musyarakah contract, or any other contracts that&#13;
are not contradictory to sharia principles. From 2015 to 2017 PT. Bank Aceh&#13;
Branch of Banda Aceh has distributed musyarakah to 85 people for both  business&#13;
and projects which 7 customers classified into musyarakah financing problem.&#13;
The problem in this research is how the implementation of musyarakah financing&#13;
in PT. Bank Aceh Branch of Banda Aceh? What are the legal consequences that&#13;
arise in non-performing musyarakah financing? How is the effort taken in the&#13;
settlement of it at PT. Bank Aceh Branch of Banda Aceh? &#13;
This study aims to describe the implementation procedures of musyarakah&#13;
at PT. Bank Aceh Branch of Banda Aceh; to explain the legal consequences&#13;
arising in non-performing musyarakah financing; and to identify the efforts taken&#13;
in settlement of musyarakah financing at PT. Bank Aceh Branch of Banda Aceh. &#13;
The type of this research is is analytical descriptive, using empiric juridical&#13;
approach. The data sources in this study are primary data and secondary data.&#13;
Data collection techniques prefer the field research by conducting research in the&#13;
form of interviewing respondents and informants that have connection with this&#13;
research. &#13;
Pursuant to the result of this research, the distribution process of&#13;
musyarakah consists of several stages: application for financing; checking on the&#13;
spot; financing analysis, financing recommendations; decision making process&#13;
and the provision of financing and disbursement process. The causative factor is&#13;
rejected due to business feasibility or project; collateral does not cover the ceiling&#13;
of financing and customer status. Legal consequences arising in musyarakah&#13;
financing problems is Liabilities Unpaid Billing and Letter of Warning (Warning&#13;
Letter I, Letter of Warning II and Final Warning Letter). If after the Billing&#13;
Unpaid Obligations and strikes in the form of Letter of Warning the customer has&#13;
not also fulfilled the obligation on the financing, the bank reserves the right to&#13;
request the auction execution through the State Property Office and Auction&#13;
(KPKNL). Efforts taken in the settlement of non-performing musyarakah&#13;
financing is by way of deliberation, but if there is no way out then will be carried&#13;
out by financing rescue and financing settlement. &#13;
It is suggested that the implementation process of the distribution of&#13;
musyarakah financing is facilitated by taking into account the precautionary&#13;
principle and the principle of trust that avoid of musyarakah financing problems.&#13;
It is suggested to finance officers to be more assertive when collecting delinquent&#13;
liabilities and reprimands through warning letters, thereby reducing the risk of&#13;
quality and collectibility of customer financing. It is suggested to officers to sell&#13;
collateral directly, which is guaranteed by auction execution through KPKNL if&#13;
the deliberation and rescue process cannot be completed again.&#13;
Keywords: Financing, Musyarakah, Bank Aceh. &#13;
&#13;
                                                          &#13;
*&#13;
    Student &#13;
**&#13;
   Chairman of Supervising Committee I &#13;
***&#13;
  Chairman of Supervising Committee II &#13;
&#13;
PELAKSANAAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA PT.&#13;
BANK ACEH CABANG BANDA ACEH  &#13;
&#13;
 &#13;
iii&#13;
&#13;
&#13;
Juli Andria&#13;
&#13;
Darmawan&#13;
&#13;
Azhari&#13;
***&#13;
ABSTRAK&#13;
 &#13;
*&#13;
**&#13;
 &#13;
Pasal 19 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang&#13;
Perbankan Syariah, salah satu kegiatan UUS yaitu menyalurkan pembiayaan&#13;
berdasarkan akad murabahah, akad musyarakah, atau akad lain yang tidak&#13;
bertentangan dengan prinsip syariah. Sejak tahun 2015 sampai dengan 2017 PT.&#13;
Bank Aceh Cabang Banda Aceh sudah menyalurkan pembiayaan musyarakah&#13;
kepada 85 orang nasabah baik untuk usaha maupun proyek dimana 7 nasabah&#13;
tergolong kedalam pembiayaan musyarakah yang bermasalah. Permasalahan&#13;
dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan pembiayaan musyarakah&#13;
pada PT. Bank Aceh Cabang Banda Aceh? Apakah akibat hukum yang timbul&#13;
dalam pembiayaan musyarakah yang bermasalah pada PT. Bank Aceh Cabang&#13;
Banda Aceh? Bagaimanakah upaya yang ditempuh dalam penyelesaian&#13;
pembiayaan musyarakah yang bermasalah pada PT. Bank Aceh Cabang Banda&#13;
Aceh? &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur pelaksanaan&#13;
pembiayaan musyarakah pada PT. Bank Aceh Cabang Banda Aceh; untuk&#13;
menjelaskan akibat hukum yang timbul dalam pembiayaan musyarakah yang&#13;
bermasalah pada PT. Bank Aceh Cabang Banda Aceh; dan untuk menjelaskan&#13;
upaya yang ditempuh dalam penyelesaian pembiayaan musyarakah yang&#13;
bermasalah pada PT. Bank Aceh Cabang Banda Aceh. &#13;
Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan&#13;
pendekatan yuridis empiris. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu data&#13;
primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data lebih mengutamakan&#13;
penelitian lapangan (field reseacrh) yaitu dengan cara mengadakan penelitian&#13;
dalam bentuk mewawancarai responden dan informan yang ada hubungannya&#13;
dengan penelitian ini. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian, proses penyaluran pembiayaan musyarakah&#13;
pada PT. Bank Aceh Cabang Banda Aceh terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap&#13;
permohonan pembiayaan; checking on the spot; analisa pembiayaan, rekomendasi&#13;
pembiayaan; proses pengambilan dan pemberian keputusan pembiayaan dan&#13;
proses pencairan. Adapun faktor penyebab ditolak yaitu karena kelayakan usaha&#13;
atau proyek; agunan yang tidak mencover plafond pembiayaan dan status nasabah.&#13;
Akibat hukum yang timbul dalam pembiayaan musyarakah bermasalah pada PT.&#13;
Bank Aceh Cabang Banda Aceh adalah Penagihan Tunggakan Kewajiban dan &#13;
 Surat Peringatan (Surat Peringatan I, Surat Peringatan II (Kedua) dan Surat&#13;
Peringatan Terakhir). Apabila setelah Penagihan Tunggakan Kewajiban dan&#13;
teguran dalam bentuk Surat Peringatan nasabah belum juga memenuhi kewajiban&#13;
atas pembiayaannya, maka bank berhak melakukan permohonan lelang eksekusi&#13;
melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Upaya yang&#13;
ditempuh dalam penyelesaian pembiayaan musyarakah yang bermasalah pada PT.&#13;
Bank Aceh Cabang Banda Aceh yaitu dengan cara musyawarah, namun jika tidak&#13;
ada jalan keluar maka dilakukan penyelamatan pembiayaan dan penyelesaian&#13;
pembiayaan. &#13;
Disarankan agar proses pelaksanaan penyaluran pembiayaan musyarakah&#13;
lebih dimudahkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip&#13;
kepercayaan agar tehindar dari pembiayaan musyarakah bermasalah. Disarankan&#13;
kepada petugas pembiayaan untuk lebih tegas ketika melakukan penagihan&#13;
tunggakan kewajiban dan teguran melalui surat peringatan, sehingga dapat&#13;
mengurangi resiko kualitas dan kolektibilitas pembiayaan nasabah. Disarakan&#13;
kepada petugas agar menjual langsung agunan yang dijaminkan secara lelang&#13;
eksekusi melalui KPKNL jika proses musyawarah dan penyelamatan tidak dapat&#13;
diselesaikan lagi.&#13;
Kata Kunci : Pembiayaan, Musyarakah, Bank Aceh. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
                                                          &#13;
*&#13;
    Mahasiswa &#13;
**&#13;
   Pembimbing I &#13;
***&#13;
  Pembimbing II</note>
 <subject authority="">
  <topic>BANKS (FINANCE) - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAMIC LAW</topic>
 </subject>
 <classification>340.59</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>46847</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-15 11:30:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-23 10:03:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>