PERBANDINGAN METODE CRUSH INJURY DENGAN PARTIAL SCIATIC TRANSACTION TERHADAP TIMBULNYA NYERI NEUROPATI PADA RATTUS NORVEGICUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBANDINGAN METODE CRUSH INJURY DENGAN PARTIAL SCIATIC TRANSACTION TERHADAP TIMBULNYA NYERI NEUROPATI PADA RATTUS NORVEGICUS


Pengarang

ANGGI FATHANAH BR HARAHAP - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101050091

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Menurut International Association for The Study of Pain (IASP) nyeri neuropati adalah nyeri yang disebabkan oleh lesi primer atau disfungsi dari sistem saraf akibat kompresi atau infiltrasi saraf oleh suatu tumor. Crush Injury dan Partial Sciatic Transaction (PST) merupakan metode yang sering digunakan karena dapat menimbulkan respon nyeri neuropati yang murni. Untuk mengetahui perbandingan metode Crush Injury dengan Parsial Sciatic Transaction (PST) terhadap nyeri neuropati pada Rattus norvegicus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode posttest design only dengan 14 perlakuan Rattus norvegicus yang masing-masing dibagi dalam 2 kelompok terdiri dari kelompok Crush Injury dan kelompok PST. Evaluasi dilakukan dengan Filament Von Fray. Parameter yang diamati adalah jumlah penarikkan kaki tikus. Hasil dianggap positif jika terdapat penarikan 6 kali atau lebih. Data dianalisa dengan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji metode Crush Injury dengan Partial Sciatic Transaction (PST) minggu ke-2 tidak ada perbedaan yang bermakna dengan nilai p = 0,141. Pada minggu ke-3 tidak ada perbedaaan yang bermakna dengan nilai p= 0,254. Pada minggu ke-4 tidak ada perbedaan yang bermakna dengan nilai p = 1. Pada minggu ke-6 tidak ada perbedaan yang bermakna dengan nilai p = 0,107. Pada minggu ke-8 tidak ada perbedaaan yang bermakna dengan nilai p = 0,254. Metode Crush Injury sama efektifnya dengan metode PST dalam menimbulkan nyeri neuropati pada minggu ke-2 sampai minggu ke-8 dengan nila p > 0,05.

Kata Kunci : nyeri neuropati, crush injury, partial sciatic transaction.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK