<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="46623">
 <titleInfo>
  <title>BENTUK PENYAJIAN TARI OTEH RODA DI DESA KEBET KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELYA ZUHRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kata Kunci: bentuk penyajian, Tari Oteh Roda&#13;
Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Oteh Roda di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah  Bentuk Penyajian Tari Oteh Roda di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan bentuk penyajian tari Oteh Roda. Pendekatan yang digunakan  dalam penelitian ini adalah kualitatif  dan jenis penelitian deskriptif. Data bersumber dari Ibrahim Syah selaku pakar budayawan yang berasal dari Gayo dan  pencipta tari Oteh Roda. Teknik Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa  Tari Oteh Roda diciptakan oleh Ibrahim Syah pada tahun 1960. Oteh itu sendiri memiliki arti panggilan atau sebutan anak gadis dan Roda adalah kincir air. “Oteh Roda” adalah anak gadis yang sedang menumbuk padi di Roda atau kincir air. Tari Oteh Roda ditarikan oleh 6 penari wanita dan fungsi tari Oteh Roda sebagai sarana hiburan  mencerminkan aktivitas sehari hari anak-anak gadis dalam melakukan musim panen tiba menumbuk padi menjadi beras. Tari ini memiliki 11 ragam gerak diantaranya Menjemur, Menutu, Menampi, Munatang, dan lain-lain. Pola lantai yang digunakan yaitu berbentuk lurus, miring dan sejajar. Tari Oteh Roda diiringi dengan alat musik tradisional yaitu seperi Gegedem, Canang,  Gong, Memong, Seruling, dan Biola. Busana yang digunakan baju kebaya zaman dulu dimana pakaian tersebut biasa dipakai atau digunakan oleh para ibu-ibu yang akan melakukan aktifitas bersawah. Dan menggunakan penutup kepala (Kelubung) untuk menghindari kepala mereka dari terik matahari sebagai pengganti topi. Tata rias yang digunakan pada tarian ini adalah rias cantik. Tari Oteh Roda ini bisa  ditampilkan dimana saja bisa di ruang terbuka dan di ruang tertutup.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>46623</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-13 11:38:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-13 12:11:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>