MIKROZONASI WILAYAH MAJALENGKA MENGGUNAKAN INTEGRASI DATA MIKROTREMOR DAN VS30 UNTUK MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MIKROZONASI WILAYAH MAJALENGKA MENGGUNAKAN INTEGRASI DATA MIKROTREMOR DAN VS30 UNTUK MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI


Pengarang

Ennita Riana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1408102010017

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Majalengka adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Berdasarkan peta regional Jawa Barat, wilayah ini memiliki tingkat kerentanan bencana geologi yang cukup tinggi ditandai dengan adanya gempa tektonik akibat patahan (sesar). Hal ini terjadi dikarenakan Jawa Barat memiliki beberapa sesar aktif, diantaranya adalah Sesar Cimandiri-Lembang dan Sesar Baribis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan seismik wilayah penelitian berdasarkan kondisi geologinya sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi. Diantara beberapa metode untuk penentuan tingkat kerentanan suatu wilayah, salah satunya adalah metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Metode HVSR digunakan untuk memperoleh rasio gelombang H/V yang digunakan sebagai indikator kerentanan seismik suatu wilayah. Indikator tersebut menggambarkan tingkat goncangan horizontal dibandingkan dengan goncangan vertikal. Metode ini memberikan hasil berupa tingkat kerentanan suatu wilayah saja, untuk menambah informasi berupa geologi wilayah maka dibutuhkan sebuah metode tambahan. Metode Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) adalah metode kedua yang digunakan, metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kecepatan gelombang geser (Vs) pada kedalaman sampai 30 meter dari permukaan, yang bermanfaat untuk menentukan jenis atau klasifikasi tanah pada wilayah penelitian. Hasil penelitian menggunakan metode HVSR menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki nilai indeks kerentanan seismik sekitar 0.25 sampai 124, dengan nilai frekuensi dominan sekitar 0,62 Hz sampai 13.4 Hz dan nilai amplifikasi berkisar antara 1.2 sampai 10.5. Sedangkan hasil dengan menggunakan metode MASW yaitu nilai Vs yang didapatkan dengan memanfaatkan gelombang Rayleigh dari sumber seismik berupa palu dan terekam pada 24 geophone vertikal 4.5 Hz. Berdasarkan klasifikasi jenis tanah yang diperoleh, Kecamatan Majalengka memiliki kelas tanah sedang hingga keras, sangat pada, dan batuan lunak dengan nilai Vs antara 234.12 m/s sampai 606.4 m/s. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa wilayah dengan kerentanan seismik tinggi rata-rata berada di sebelah barat.

Kata kunci: kecepatan gelombang geser (Vs), MASW, mikrotremor, HVSR,
indeks kerentanan seismik, mikrozonasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK