<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="46105">
 <titleInfo>
  <title>TANGGUNG JAWAB DOKTER PADA PELANGGARAN TRANSAKSI TERAPEUTIK TERHADAP PASIEN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARISA DEVA H IS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Marisa Deva Handayani Is&#13;
2018&#13;
Tanggung Jawab Dokter Pada&#13;
Pelanggaran Transaksi Terapeutik&#13;
Terhadap Pasien Di Kota Banda&#13;
Aceh.&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah&#13;
Kuala&#13;
(viii, 61), pp.,tabl.,bibl.,app.&#13;
&#13;
Wardah S.H., M.H., LL.M. &#13;
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan 434/Men.Kes/X/1983&#13;
tentang berlakunya Kode Etik Kedokteran Indonesia bagi para dokter Indonesia,&#13;
transaksi terapeutik adalah hubungan antara dokter dengan penderita yang&#13;
dilakukan dalam suasana saling percaya (konfidensial) serta senantiasa diliputi oleh&#13;
segala emosi, harapan dan kekhawatiran makluk insani. Hubungan antara dokter&#13;
dan pasien mengakibatkan timbulnya hak dan kewajiban bagi para pihak yang&#13;
dapat dimintai pertanggungjawaban. Namun pada kenyataannya masih ada hak&#13;
pasien yang belum terpenuhi seperti kurangnya informasi yang diberikan oleh&#13;
dokter. Pada pelanggaran transaksi terapeutik, seorang dokter dapat dimintai&#13;
pertanggungjawaban apabila terbukti melakukan wanprestasi, perbuatan melawan&#13;
hukum, dan kelalaian.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan tanggung jawab dokter&#13;
terhadap pasien dalam pelanggaran transaksi terapeutik, untuk menjelaskan&#13;
perlindungan hukum terhadap pasien akibat dari pelanggaran transaksi terapeutik&#13;
yang dilakukan oleh dokter dan untuk menjelaskan penyelesaian sengketa pada&#13;
pelanggaran transaksi terapeutik.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis empiris&#13;
dengan pertimbangan penelitian terhadap tanggung jawab dokter pada pelanggaran&#13;
transaksi terapeutik terhadap pasien dan untuk mendapatkan bahan dan data dalam&#13;
penelitian ini, maka dilakukan melalui penelitian lapangan dan juga penelitian&#13;
kepustakaan untuk melengkapi data penelitian ini.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk meminta pertanggungjawaban&#13;
dokter tidaklah mudah, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan pasien pada hak&#13;
dan kewajibannya, kurangnya bukti-bukti serta akibat dari pelanggaran transaksi&#13;
terapeutik dapat dilihat jika sudah terjadi hal yang fatal pada pasien, perlindungan&#13;
hukum bagi pasien pada pelanggaran transaksi terapeutik yaitu perlindungan&#13;
hukum sebagai konsumen jasa pelayanan kesehatan dimulai saat transaksi&#13;
terapeutik dibuat hingga berakhir, penyelesaian sengketa pelanggaran transaksi&#13;
terapeutik dilakukan diluar pengadilan yaitu dengan perdamaian melalui hukum&#13;
adat.&#13;
Disarankan kepada dokter untuk memberitahukan mengenai hak dan&#13;
kewajiban pasien serta segala informasi mengenai tindakan yang akan dilakukan,&#13;
kepada pemerintah Kota Banda Aceh agar dapat dibentuk peraturan hukum yang&#13;
khusus mengatur mengenai transaksi terapeutik, adanya kerja sama antara penegak&#13;
hukum dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam penyelesaian sengketa transaksi&#13;
terapeutik ini agar tidak terjadi kerancuan dalam proses penyelesaiannya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>46105</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-03 11:16:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-03 12:25:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>