<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="45913">
 <titleInfo>
  <title>PENGUJIAN DAN ANALISIS METODE GEOLISTRIK 2D WENNER-SCHLUMBERGER PADA SITUS GUA JEPANG DI DESA KRUENG ANOI, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ela Tursina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian Gua Jepang di desa Krueng anoi, Aceh Besar dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D konfigurasi Wenner-Schlumberger. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model penampang bawah permukaan yang diukur menggunakan alat SuperSting R8. Akuisisi data dilakukan terhadap 3 lintasan pengukuran, panjang lintasan 1 dan 2 adalah 56 meter dan panjang lintasan 3 adalah 28 meter dengan spasi antar titik pada setiap lintasan yaitu 1 meter. Pengolahan data dilakukan menggunakan software Res2dinv dengan tiga proses inversi yaitu inversi standar constraint, inversi robust constraint, serta inversi kombinasi marquardt dan occam. Dari ketiga hasil inversi tersebut, inversi kombinasi marquardt dan occam yang digunakan untuk pemodelan Gua Jepang. Model penampang 2D resistivitas yang didapatkan dengan inversi ini pada lintasan 1 dan 2 memperlihatkan adanya dua lapisan batuan. Lapisan batuan pertama memiliki nilai resistivitas berkisar antara 2.47 – 17.0 ?m yang dicirikan sebagai tanah lempung basah. Lapisan kedua dengan nilai resistivitas berkisar antara 27.5 – 72.2 ?m dicirikan sebagai tanah lempung berpasir. Pada lintasan 1 dan 2 pada lapisan batuan pertama diperoleh anomali lain dengan nilai resistivitas tinggi yaitu ?44.5 ?m yang diidentifikasi sebagai Gua Jepang, dengan panjang Gua pada lintasan 1 yaitu 9 meter dengan nilai RMS error 1.7% dan panjang gua pada lintasan 2 yaitu 7 meter dan nilai RMS error 1.8% dengan kedalaman yang sama yaitu 3 meter. &#13;
&#13;
Kata kunci : Metode Resistivitas, Wenner-Schlumberger, Inversi 2D, Gua Jepang, Krueng Anoi&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>45913</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-30 10:22:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-30 11:09:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>