Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI POTENSIAL DAN LAJU KOROSI TULANGAN PADA BETON MUTU TINGGI DENGAN PENAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT DAN ABU POZZOLANIK SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PENGGANTI SEMEN DENGAN METODE LINEAR POLARIZATION RESISTANCE (LPR)
Pengarang
T Indra Yasa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1104101010087
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Beton mutu tinggi (BMT) telah banyak dikembangkan untuk meningkatkan kualitas elemen struktur pada bangunan, untuk itu perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai ketahanan tulangannya terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan aditif pada beton mutu tinggi terhadap nilai potensial dan laju korosi tulangannya. Benda uji yang digunakan berjumlah 12 dengan variasi yaitu: BMT tanpa aditif, BMT dengan aditif abu cangkang sawit 15% dan BMT dengan aditif abu pozzolanik 10%, dengan masing-masing persentase dari berat semen. Material penyusun beton yang digunakan yaitu Semen Portland tipe I, batu pecah (split) dengan diameter maksimum 12 mm, pasir, air, dan bahan tambahan superplasticizer jenis ViscoCrete 10. Ukuran benda uji yaitu 15 cm x 20 cm x 80 cm dengan faktor air semen 0,3 dan kuat tekan rencana 70 MPa. Digunakan 4 tulangan utama Ø10 mm dan 7 tulangan sengkang Ø6 mm dengan jarak antar sengkang 10 cm. Ketebalan selimut beton yang digunakan yaitu 2 cm dan 4 cm. Media rendaman menggunakan air laut buatan (NaCl 3,5%) dan air sumur. Untuk menggambarkan lokasi yang memiliki risiko tinggi terkorosi, digunakan teknik half-cell potential mapping. Pada lokasi tersebut dilakukan pengukuran laju korosi pada tulangan beton dengan menggunakan metode LPR (Linier Polarization Resistance). Pengambilan data dilakukan dua minggu sekali selama delapan minggu waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang memiliki nilai laju korosi paling rendah berturut-turut adalah BMT dengan aditif abu pozzolanik, BMT dengan aditif abu cangkang sawit dan BMT tanpa aditif. Dapat disimpulkan bahwa penambahan aditif mempengaruhi nilai potensial dan laju korosi pada beton karena kemampuan setiap benda uji untuk melawan penetrasi ion klorida yang berbeda, sehingga diperoleh nilai potensial dan laju korosi yang bervariasi.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISA LAJU KOROSI PADA BETON BERTULANG MUTU TINGGI MENGGUNAKAN METODE LINEAR POLARIZATION RESISTANCE. (muammar firdaus, 2016)
ANALISIS KAPASITAS GESER BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA, ABU CANGKANG SAWIT, DAN ABU POZZOLANIK ALAM SEBAGAI ADITIF (Muhammad Sandy, 2018)
ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA, ABU CANGKANG SAWIT, DAN ABU POZZOLANIK ALAM SEBAGAI ADITIF (Aulia Hafidh, 2016)
APLIKASI METODE LINEAR POLARIZATION RESISTANCE (LPR) UNTUK MENGUKUR LAJU KOROSI PADA TULANGAN DALAM BETON BUSA (Romi Hariawan, 2024)
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN ABU POZZOLANIK TERHADAP KUAT TARIK BELAH, KUAT TARIK LENTUR, DAN KUAT GESER MURNI BETON MUTU TINGGI (Wanda Saputra, 2016)