Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROPORSI MUAL DAN MUNTAH AKUT DAN TERTUNDARNYANG DIINDUKSI KEMOTERAPI DENGAN REJIMEN TAXOTERE ADRIAMYCIN CYCLOPHOSPHAMIDE (TAC) PADA PENDERITA KANKER PAYUDARARNDI RUANG MAMPLAM III BLUD RSUDRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Pengarang
Vivi Rosandi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1007101050015
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
615.58
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kanker payudara merupakan suatu keganasan dengan adanya penyebaran sel epitel yang membatasi duktus atau lobus payudara. Salah satu terapi kanker payudara dengan kemoterapi yang berguna untuk membunuh sel-sel kanker. Pasien yang menjalani kemoterapi cenderung mengalami mual dan muntah terutama pada rejimen yang berpotensi emetogenik/ mual dan muntah tinggi seperti Taxotere Adriamycin Cyclophosphamide (TAC) sehingga berpengaruh pada hemodinamik menyebabkan komplikasi medik yang berefek terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar proporsi mual dan muntah akut dan tertunda yang diinduksi kemoterapi dengan rejimen TAC pada penderita kanker payudara di ruang Mamplam III BLUD RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional bersifat deskriptif dengan desain cross sectional survey dan pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling melibatkan 23 pasien. Hasil penelitian terhadap 23 pasien menunjukkan 73,9% mual akut, 52,2% muntah akut, 95,7% mual tertunda, dan 56,5% muntah tertunda. Berdasarkan karakteristik demografi, usia yang paling banyak mengalami mual dan muntah akut maupun tertunda adalah kelompok usia 41-60, pasien dengan kanker stadium IIIB lebih dominan mengalami mual dan muntah akut dan tertunda, dan penggunaan antimetik dengan premedikasi kombinasi ondansetron dan dexametason dan posmedikasi dexametason tunggal mempunyai angka pencegahan mual dan muntah yang sedikit tinggi dari antiemetik dengan premedikasi kombinasi ondansetron dan dexametason dan posmedikasi kombinasi Ondansetron. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hampir semua penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan rejimen TAC mengalami mual dan muntah akut maupun tertunda.
Kata kunci : Kanker payudara, Kemoterapi TAC, Mual dan muntah
Tidak Tersedia Deskripsi
PROPORSI MUAL DAN MUNTAH AKUT DAN TERTUNDA YANG DIINDUKSI KEMOTERAPI DENGAN REJIMEN TAXOTERE ADRIAMYCIN CYCLOPHOSPHAMIDE(TAC) PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUANG MAMPLAM III BLUD RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (VIVI ROSANDI, 2016)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ONDANSETRON ORAL PRA KEMOTERAPI TERHADAP TERJADINYA MUAL-MUNTAH PASCA KEMOTERAPI PADA PASIEN KEGANASAN KEPALA LEHER (Fatahillah, 2025)
KAJIAN JUMLAH TROMBOSIT SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI SIKLUS I PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (JAVIER ARRAZI, 2017)
KUALITAS HIDUP PENDERITA RNKANKER PAYUDARA RNYANG MENJALANI KEMOTERAPI RNDI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH SEPTEMBER S.D OKTOBER 2011 (desti purnamasari, 2014)
MEKANISME KOPING PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (RISKA MAULINA, 2016)