Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL KRUENG RAYA ACEH BESAR
Pengarang
OSKAR TRIMANANDA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1609200190009
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Agroteknologi Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.422
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dosis mikoriza dan varietas cabai serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanah Inceptisol Krueng Raya Aceh Besar. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan, Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dan Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, mulai dari bulan Mei 2017 sampai dengan Januari 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4x4 dengan 3 ulangan, dimana dosis mikoriza terdiri dari 0, 5, 10, 15 g tanaman-1 dan varietas cabai terdiri dari Odeng, Lado, Laris dan PM999. Peubah yang diamati adalah analisis tanah awal (analisis lengkap), analisis tanah setelah panen (P-tersedia), tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 hari setelah pindah tanaman, berat batang segar dan kering fase vegetatif dan generatif, berat akar segar dan kering fase vegetatif dan generatif, tingkat kolonisasi mikoriza, jumlah buah, berat buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 hari setelah pindah tanaman, berat batang basah dan kering fase vegetatif dan generatif, berat akar segar dan kering fase vegetatif dan generatif, tingkat kolonisasi mikoriza, jumlah buah dan berat buah serta berpengaruh nyata terhadap panjang buah. Adapun dosis mikoriza terbaik dijumpai pada dosis mikoriza 10 g tanaman-1. Varietas cabai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 45 hari setelah pindah tanaman, diameter batang 15 dan 45 hari setelah pindah tanaman, berat batang basah dan kering fase vegetatif, berat akar basah fase vegetatif, jumlah buah, berat buah dan panjang buah serta berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur 30 hari setelah pindah tanaman, berat akar kering fase vegetatif dan generatif, berat batang basah dan kering fase generatif dan berat akar basah fase generatif, juga berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 15 hari setelah pindah tanaman dan tingkat kolonisasi mikoriza. Adapun varietas cabai terbaik dijumpai pada varietas cabai Odeng. Terdapat interaksi yang sangat nyata dan nyata antara dosis mikoriza dengan varietas cabai terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 45 hari setelah pindah tanaman, berat batang basah dan kering fase vegetatif dan berat buah. Adapun kombinasi perlakuan terbaik dijumpai pada dosis mikoriza 10 g tanaman-1 dengan varietas cabai Odeng.
Kata kunci: mikoriza, varietas cabai, inceptisol dan glomus mosseae
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH VARIETAS DAN DOSIS MIKORIZA CAMPURAN (GLOMUS MOSSEAE DAN GIGASPORA SP) TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL (Syatriana Canega, 2023)
PENGARUH DOSIS MIKORIZA GLOMUS MOSSEAE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH ENTISOL (ALMUNA RAMADHANI, 2019)
PENGARUH DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH INCEPTISOL KRUENG RAYA ACEH BESAR (OSKAR TRIMANANDA, 2018)
PENGARUH VARIETAS DAN DOSIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH ANDISOL (MIZAN MAULANA, 2016)
EFEKTIVITAS DOSI MIKORIZA GIGASPORA SP. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA TANAH ANDISOL BURNI TELONG KABUPATEN BENER MERIAH (ZETI FEBRIANA J, 2018)