Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISA DISTRIBUSI TEMPERATUR KOLEKTOR SURYA PELAT DATAR MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD)
Pengarang
ISWANTO - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304102010081
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kebutuhan energi yang semakin meningkat mendorong manusia untuk mencari energi baru. Kita ketahui bahwa matahari adalah energi yang mempunyai prospek baik dalam pengembangannya dengan melihat nilai intensitas radiasi di Indonesia bagian timur sekitar 5,1 kWh/m2, bagian barat sekitar 4,5 kWh/m2, dan rata-rata 4,8 kWh/m2. Pada proses pengeringan energi matahari dipakai untuk mengeringkan bahan pertanian seperti biji-bijian dan bahan pangan. Dalam pengaplikasian alat pengering, kolektor surya sering dipakai sebagai alat tambahan dalam mempercepat proses pengeringan dengan mempertimbangkan harga yang murah, kontruksi sederhana dan perawatan yang mudah. Kolektor surya berfungsi sebagai penyerap energi panas yang dipancarkan radiasi matahari. Aliran fluida masuk dan mengalir didalam kolektor membawa panas yang dihasilkan oleh pelat sehingga terjadinya perbedaan temperatur yang akan dipakai sebagai pemanas udara dalam proses pengeringan. Posisi penyinaran matahari akan sangat mempengaruhi radiasi yang masuk ke dalam kolektor, akibatnya panas yang ditimbulkan oleh pelat akan semakin baik jika radiasi yang masuk ke dalam kolektor semakin banyak, namun dalam pengujian eksperimental memerlukan biaya tambahan untuk dapat melihat distribusi temperatur dengan menambah alat ukur pada kolektor, maka dari itu dipakai metode simulasi untuk dapat melihat pola distribusi temperatur yang terjadi pada pelat, kaca dan keluaran kolektor. Simulasi kolektor surya dilakukan dengan menggunakan metode volume hingga yang terdapat pada (Computational Fluid Dynamic) CFD. Dimensi kolektor yang akan disimulasi adalah panjang 1200 mm x lebar 900 mm x tinggi 90 mm dengan kemiringan kolektor sebesar 20?, dengan memasukan nilai eksperimental pada kondisi- kondisi yang sama sebagai input dalam proses simulasi, akan didapat hasil simulasi berupa countur temperatur yang kemudian akan dianalisa pergerakan distribusi yang terjadi pada pelat, kaca dan saluran keluar, kemudian akan dibandingkan nilai aktual dengan nilai hasil simulasi dalam mendapatkan nilai error, dimana nilai ini akan dijadikan sebagai acuan dalam melihat apakah simulasi dapat dikatakan layak dengan syarat nilai error tidak melebihi 10%. Dari hasil validasi, simulasi kolektor surya dapat dikatakan layak dengan nilai error pelat rata-rata yaitu 7.20%, error kaca yaitu 9,85 dan error saluran keluar yaitu 9,45 (masih dibawah 10%).
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMODELAN DAN SIMULASI PERPINDAHAN PANAS PADA KOLEKTOR SURYA PELAT DATAR (FAISAL AMIR, 2025)
ANALISA DISTRIBUSI TEMPERATUR KOLEKTOR SURYA PELAT DATAR MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) (ISWANTO, 2018)
SIMULASI PENGARUH RADIUS CHANNEL GARAM DAN TEMPERATUR TERHADAP DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA TERAS MOLTEN SALT BREEDER REACTOR (HIDAYATUN NISA, 2021)
PENGARUH KACA PENUTUP TERHADAP PERFORMANSI KOLEKTOR SURYA JENIS SILINDRIS SETENGAH LINGKARAN (Dedi Mariadi, 2020)
PENGARUH PANJANG PIPA ABSORBER TERHADAP PANAS BERGUNA PADA KOLEKTOR SURYA PALUNG SETENGAH SILINDRIS (Sarwo Edhy S, 2024)