PENGARUH SPINDLE SPEED DAN FEED RATE TERHADAP PEMBENTUKAN BURR DAN KEAKURASIAN DIMENSI LUBANG PADA MATERIAL KUNINGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MICRO-DRILL MACHINING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH SPINDLE SPEED DAN FEED RATE TERHADAP PEMBENTUKAN BURR DAN KEAKURASIAN DIMENSI LUBANG PADA MATERIAL KUNINGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MICRO-DRILL MACHINING


Pengarang

Saiful Hadi Yullah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304102010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Teknologi pemesinan, khususnya untuk kasus penggurdian lubang micro menjadi tantangan tersendiri dalam dunia industri untuk memenuhi permintaan komponen yang memiliki dimensi micro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur keakurasian dimensi (kebulatan) serta pembentukan burr dibagian entrance dan exit lubang. Objek material yang digunakan adalah plat kuningan. Lempengan kuningan dengan ketebalan 0.5 mm akan digurdi menggunakan mata pahat twist drill diameter 0,2 mm berbahan material tungsten carbide. Kecepatan putaran spindle yang divariasikan adalah 14.000 rpm, 17.000 rpm, dan 20.000 rpm. Variasi feed rate untuk masing-masing putaran spindle adalah 5 mm/min, 8 mm/min, dan 10 mm/min. Lubang hasil penggurdian akan diamati dan diukur dengan menggunakan stereo microscope. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa ukuran dimensi lubang terbesar dengan nilai 0.217 mm terbentuk pada putaran 14.000 rpm dan feed rate 5 mm/min, sedangkan diameter lubang terkecil dengan nilai 0.202 mm terbentuk pada putaran 20.000 rpm dan feed rate 10 mm/min. Nilai entrance burr tertinggi yaitu 0,050 mm terbentuk pada putaran 17.000 rpm dan feed rate 10 mm/min, sedangkan ketinggian terendahnya yaitu 0.038 mm terjadi pada putaran 14.000 rpm dan feed rate 5 mm/min. Nilai exit burr tertinggi yaitu 0,077 mm terbentuk pada putaran 17.000 rpm dan feed rate 10 mm/min, sedangkan ketinggian terendahnya yaitu 0.032 mm terbentuk pada putaran 14.000 rpm dan feed rate 5 mm/min. Hasil dari data penelitian ini menyimpulkan bahwa keakurasian dimensi lubang dan pembentukan burr menjadi semakin baik seiring dengan bertambahnya nilai putaran spindle dan feed rate pemesinan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK