Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
TINDAK PIDANA PENIPUAN YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM ANGGOTA KEPOLISIAN DALAM HAL MELULUSKAN UJIAN SELEKSI SEBAGAI CALON ANGGOTA POLRI (SUATU PENELITIAN DI PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)
Pengarang
ICHSAN ARISAPUTRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1303101010128
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pasal 378 KUHP menyebutkan bahwa barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.” Namun pada kenyataannya, masih adanya oknum anggota kepolisian yang melakukan tindak pidana penipuan untuk meluluskan ujian seleksi sebagai calon anggota Polri di Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan faktor terjadinya tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh, hambatan dan upaya yang ditemukan dalam menangani tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh, untuk menjelaskan hal-hal yang memberatkan serta meringankan terdakwa dalam pertimbangan hakim terhadap putusan tersebut.
Perolehan data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara menggunakan metode penelitian hukum empiris melalui penelitian lapangan. Mengumpulkan data primer diperoleh dengan melakukan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terjadinya tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh yaitu faktor perekonomian, faktor penyimpangan sosial dan rendahnya kesadaran dan kepatuhan hukum. Hambatan dan upaya yang ditemukan dalam menangani tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Daerah (POLDA) Aceh meliputi tidak ada barang bukti yang akurat dan saksi yang takut melaporkan. Upaya yang meringankan terdakwa ialah berterus terang dan menyesali perbuatannya serta hal-hal yang memberatkan terdakwa ialah perbuatannya merugikan korban, terdakwa sudah pernah dihukum.
Disarankan kepada pihak kepolisian agar memperketat pengawasan pada saat penerimaan calon anggota kepolisian, dan kepada jaksa penuntut umum agar melakukan penuntutan yang lebih berat supaya menimbulkan efek jera kepada terdakwa dan disarankan pula kepada seluruh masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan apabila mengalami dan melihat penipuan yang dilakukan oleh oknum kepolisian dalam hal meluluskan ujian sebagai calon anggota kepolisian.
Tidak Tersedia Deskripsi
TINDAK PIDANA PENIPUAN SECARA BERLANJUT YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM ANGGOTA KEPOLISIAN (SUATU PENELITIAN DI PENGADILAN NEGERI KOTA BANDA ACEH) (Cut Farah Intan, 2019)
TINDAK PIDANA PENGGELAPAN YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM POLISI REPUBLIK INDONESIA (SUATUPENELITIAN DI PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (RIZKY HARDIANSYAH, 2015)
IMPLEMENTASI KODE ETIK PROFESI POLRI TERHADAP ANGGOTA POLRI YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN ( SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLDA ACEH ) (DARMANSYAH, 2017)
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA KEPOLISIAN YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENADAHAN SEPEDA MOTOR (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLISI RESORT PIDIE) (zikra, 2016)
TINDAK PIDANA MERAMPAS KEMERDEKAAN ORANG LAIN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN YANG DILAKUKAN OLEH OKNUMRNANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIARN( SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUALA SIMPANG ) (DOPI PRANATA, 2022)