<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44869">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECEPATAN MAKAN DAN KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA MATERIAL BAJA KARBON SEDANG DENGAN PROSES MILLING MENGUNAKAN PROSES INTERPOLASI SIRKULASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada proses pemesinan kekasaran merupakan hal yang penting untuk membuat suatu produk yang berkuwalitas lebih tinggi. Tujuan penilitian ini untuk melihat nilai kekasaran yang lebih rendah dari hasil proses pemesinan dengan mesin numerical control (NC) milling merk HEADMAN ZXK-32B  dan menggunakan mata pahat HSS end mill 2 flute dan benda uji berbentuk selindris diameter 50,80 mm. pada penelian ini menggunakan proses interpolasi sirkulasi  dengan parameter yang digunakan ialah kecepatan makan 47.7, 63.7, 79.6 dan 95.5 mm/min dan  kedalaman potong 0.1, 0.25, 0.5 dan 1 mm dengan feeding 0.05mm/tooth. Maka nilai kekasaran permukaan yang tertinggi ialah 1.9 µm pada kedalaman potong 1 mm dan kecepatan makan 95.5 mm/min dan nilai kekasaran permukaan nilai kekasaran permukaan yang rendah ialah 0.34 µm pada kedalam potong 0.1 mm dengan kecepatan makan 47.7 mm/min. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar kecepatan makan dan kedalaman potong maka nilai kekasaran permukaan lebih tinggi dan semakin rendah kecepatan makan dan kedalaman potong maka nilai kekasaran permukaan lebih rendah.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44869</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-13 13:15:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-13 15:57:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>