<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4478">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DAN LAMA MENGIDAP PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK TERHADAP KADAR LEUKOSIT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Nanda Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penyakit Paru Obstruktif Kronik merupakan penyakit paru kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progressif non-reversibel atau reversibel parsial. PPOK terdiri dari bronkitis kronik dan emfisema atau gabungan dari keduanya. Merokok merupakan faktor resiko utama terjadinya PPOK. Pada PPOK dapat terjadi peningkatan kadar leukosit yang diakibatkan proses inflamasi terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara merokok dan lama mengidap PPOK terhadap kadar leukosit pada pasien di RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September hingga November 2013. Penelitian ini menggunakan Indeks Brinkman untuk mengetahui beratnya merokok dan hasil laboratorium pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar leukosit. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang dimana sebanyak 57,1% pasien berusia 60-79 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase peningkatan kadar leukosit sebesar 28,6%. Hasil analisis dengan uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan antara merokok (r = 0,555 dan p value = 0,000) dan lama mengidap PPOK (r = -0,656 dan p value = 0,000) terhadap kadar leukosit pada pasien PPOK di RSUDZA Banda Aceh. Hasil analisis dengan uji komparatif Kruskal-Wallis ditemukan kadar leukosit yang berbeda pada pasien yang memiliki riwayat merokok berat, sedang dan ringan (p value = 0,001). Sedangkan hasil analisis dengan uji Mann-Whitney ditemukan kadar leukosit yang berbeda pada pasien yang mengidap PPOK kurang dari 1 tahun dan lebih dari 1 tahun (p value = 0,000).&#13;
Kata Kunci : PPOK, leukosit, merokok&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>SMOKE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASES - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LEUCOCYTES</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>4478</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-03-11 00:01:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-11 15:38:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>