<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44657">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KEGAGALAN DAERAH LASAN PADA PIPA STAINLESS STEEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Najib</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pipa stainless steel yang digunakan untuk media reboiler pada pabrik pupuk dimana pipa tersebut bertekanan 1,7 MPa dan temperatur 130°C. Pipa reboiler mengalami kebocoran pada daerah pengelasan (HAZ) sehingga menyebabkan pabrik tidak bisa beroperasi, penyebab terjadinya kebocoran pada pipa reboiler ini karena adanya perambatan retak yang menembus dinding pipa. Pengelasan yang dilakukan untuk proses penyambungan pipa ini menggunakan pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Jenis material pipa stainless steel sebagai media reboiler ini yaitu material ASTM A276 yang berbentuk batang berongga dengan tebal 3 mm. Nilai KI yang diperoleh sebesar 1036.746 MPa/?m, sedangkan untuk nilai KIC sebesar 499,4 MPa/?m, ini jauh lebih besar dari pada nilai yang diizinkan sehingga perambatan retak dapat terjadi (KI &gt; KIC). Kegagalan yang terjadi pada pipa disebabkan oleh gagalnya proses penyambungan pipa dengan pengelasan (terjadinya cacat) sehingga menyebabkan pipa mengalami kebocoran berupa retak tembus kedinding pipa.  Terjadinya perambatan retak juga dipengaruhi karena adanya pengaruh Stress Corrosion Cracking (SCC) yang begitu besar karena dipengaruhi oleh tegangan, lingkungan yang korosif, dan memiliki tekanan/temperatur yang tinggi. Laju retakan pada SCC berkisar antara 10-3 sampai 10 mm/h, tergantung pada jenis paduan logam yang dipakai, kondisi kerja dan pengaruh lingkungan yang korosif karena di aliri urea slurry (bubur urea) dari hasil campuran fluida NH3 dan CO2. Dengan adanya pengaruh tersebut sehingga perambatan retak dengan cepat dapat terjadi.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FINITE ELEMENT ANALYSIS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FRACTURE STRENGTH - MATERIALS SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44657</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-08 15:05:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-28 08:58:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>