Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
APLIKASI METODE SEISMIK REFRAKSI UNTUK MENGIDENTIFIKASI POTENSI TANAH LONGSOR DI DESA NEUHEUN, ACEH BESAR STUDI KASUS: DI KAWASAN PERUMAHAN PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK
Pengarang
Zeffry Baron Alafanta - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1308102010008
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi kekerasan batuan berdasarkan cepat rambat gelombang P di kawasan Perumahan Persahabatan Indonesia Tiongkok, Desa Neuheun, Aceh Besar. Penelitian ini mempelajari proses perambatan gelombang seismik di bawah permukaan tanah dan jenis-jenis batuannya untuk mengidentifikasi kemungkinan akan adanya tanah longsor pada lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode seismik refraksi yang dapat mengidentifikasi struktur lapisan bawah permukaan yang dangkal. Alat yang digunakan yaitu seismograf PASI dengan 24 geophone yang dapat merekam gelombang seismik. Data yang diperoleh berupa waktu rambat gelombang sebagai fungsi jarak. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan software ZondST2D untuk memperoleh waktu tiba gelombang pertama dari sumber gelombang menuju geophone (first arrival time). Analisis data kemudian dilanjutkan dengan perhitungan kedalaman lapisan batuan dengan menggunakan metode intercept time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur lapisan dan jenis batuan di bawah permukaan tanah dapat diperkirakan berdasarkan kecepatan perambatan gelombang P. Adapun jenis batuan pada lintasan 1 dan lintasan 2 yang teridentifikasi yaitu lapisan pertama dengan kecepatan perambatan gelombang P berkisar antara 200-400 m/s pada kedalaman 0-7 m dan 0-5 m dari permukaan diinterpretasikan sebagai lapisan tanah (lepas). Lapisan kedua mempunyai kecepatan perambatan gelombang
P antara 700-950 m/s pada kedalaman 2-16 m dan 1-10 m yang diinterpretasikan sebagai lapisan pasir (lepas). Lapisan ketiga mempunyai kecepatan perambatan gelombang P antara 1000-2000 m/s dengan kedalaman 10-22 m dan 5-22 m dari permukaan yang dinterpretasikan sebagai lapisan batu pasir. Dari hasil pemodelan data 2D metode seismik refraksi pada setiap lintasan, lapisan 1 dan lapisan 2 yang terdiri dari tanah (lepas) dan pasir (lepas) merupakan material longsoran. Sedangkan pada lapisan 3 yang terdiri dari batuan pasir merupakan bidang gelincir pada lapisan 1 dan 2. Diprediksikan pada lokasi penelitian berpotensi terjadinya tanah longsor di masa depan.
Kata kunci: Seismik refraksi, Longsor, Lapisan bawah permukaan, Metode intercept time, ZondST2D.
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI ZONA LEMAH MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI TERHADAP ANCAMAN LONGSOR DI DESA NEUHEUN, ACEH BESAR (Cut Arifah, 2026)
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS UNTUK POTENSI LONGSOR DI KAWASAN KAMPUNG PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK ACEH BESAR (JULI ERLIA, 2018)
STUDI KEPUASAN PENERIMA RUMAH BANTUAN PADA PERUMAHAN KAMPUNG PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK, PERUMAHAN NEUHEUN BANTUAN ARAB SAUDI DAN UMCHOR ACEH BESAR (Kautsar Kassougie, 2024)
IDENTIFIKASI POTENSI LONGSOR PADA KABUPATEN BENER MERIAH MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI (MITRA WULANDARI, 2025)
KESIAPSIAGAAN PEREMPUAN KAMPUNG PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK KECAMATAN MESJID RAYA ACEH BESAR TERHADAP ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR (Nova Maulida, 2017)