<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44493">
 <titleInfo>
  <title>MODEL TIME-COST TRADE-OFF PADA PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP DI KABUPATEN PIDIE MODEL TIME-COST TRADE-OFF PADA PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP DI KABUPATEN PIDIE MODEL TIME-COST TRADE-OFF PADA PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP DI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rita Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada pelaksanaan proyek konstruksi berbagai hal dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek, seperti pengaruh cuaca, perubahan design dan keterlambatan mobilisasi. Untuk mengatasi keterlambatan perlu dilakukan percepatan proyek konstruksi. Percepatan proyek harus dilakukan dengan perencanaan yang baik, agar pertambahan biaya yang dikeluarkan minimal dan tetap memperhatikan mutu proyek. Penelitian ini mengkaji seberapa besar tambahan biaya akibat percepatan per hari, yang bertujuan untuk membuat suatu model Time Cost Trade off (TCTO) dan untuk mengetahui persentase keterlambatan proyek di Kabupaten Pidie. Penelitian ini meninjau dua pekerjaan yaitu pekerjaan rangka atap (A) dan penutup atap (B), dengan jumlah responden 50 orang. Jenis material yang digunakan untuk rangka atap adalah baja ringan dan untuk penutup atap adalah seng metal. Model TCTO dikembangkan dari data  penyebaran kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari direktur, manajer, dan estimator perusahaan yang berdomisili di Kabupaten tersebut. Analisa yang digunakan untuk pengembangan model adalah analisis regresi dan untuk mengidentifikasi persentase keterlambatan adalah statistik deskriptif. Model TCTO yang dihasilkan untuk masing-masing pekerjaan adalah pekerjaan rangka atap baja ringan (A) dengan persamaan c = 35.170.497,87 – 640.612,35d dan pekerjaan penutup atap seng metal (B) dengan persamaan c = 182.777.046,31 – 3.125.881,82d. Parameter model TCTO pekerjaan A adalah crash duration 40%, tambahan biaya sebesar 9,33% dari biaya normal dan cost slope sebesar 2,33%. Parameter model TCTO pekerjaan B adalah crash duration 40%, tambahan biaya sebesar 11,00% dari biaya normal dan cost slope sebesar 2,20%. Sehingga dapat diketahui biaya pekerjaan (c) dan durasi pekerjaan (d). Dari 50 responden yang diteliti menunjukkan adanya tambahan biaya pelaksanaan akibat percepatan durasi. Persentase keterlambatan yang paling tinggi adalah dengan terlambat 0-20% sebesar 76%.&#13;
&#13;
Kata Kunci: time-cost trade-off, percepatan durasi kegiatan, tambahan biaya, pekerjaan rangka atap, pekerjaan penutup atap, kabupaten pidie.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44493</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-06 11:03:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-06 11:20:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>