<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44421">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN RUSUNAWA DI KOTA BANDA ACEH  TEMA :</title>
  <subTitle>SUSTAINABLE ARCHITECTURE</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>wildanul haqqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PERANCANGAN RUSUNAWA DI KOTA BANDA ACEH Tema : Sustainable Architecture&#13;
&#13;
&#13;
Nama : Wildanul Haqqi&#13;
&#13;
NIM : 1104104010045&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Banda Aceh merupakan ibu kota provinsi aceh, dan menjadi pusat segala kegiatan yang akan berdampak pada tingkat kepadatan penduduknya. Perkiraan jumlah penduduk kota Banda Aceh hingga akhir tahun 2029 adalah sebanyak 482.131 jiwa, dengan kepadatan rata-rata 78 jiwa/ha pada akhir 2029. mengingat pentingnya penyediaan hunian yang dapat menjangkau lapisan masyarakat ekonomi lemah, presiden melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor&#13;
22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan, memutuskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah dengan mengedepankan efisiensi penggunaan tanah dan penataan permukiman di kawasan perkotaan maka pembangunan rumah susun, dipandang sudah sangat mendesak. Arsitektur berkelanjutan dipilih sebagai pendekatan desain perancangan, untuk mencapai desain yang efisien yang memenuhi kebutuhan penduduknya tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, aspek utama dalam teori ini digambarkan sebagai berikut: aspek ekonomi mengandung upaya penghematan, aspek sosial mengandung pemenuhan kebutuhan dasar hunian manusia &amp; kenyamanan penghuni, dan aspek lingkungan mengandung upaya pelestarian lingkungan.&#13;
&#13;
Kata kunci: rusun, rusunawa, hunian vertikal, arsitektur berkelanjutan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ii&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44421</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-03 17:24:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-06 11:18:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>